Pernikahan dini merupakan fenomena yang kompleks dan sering kali menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan mental remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku remaja dalam konteks pernikahan dini dari sudut pandang psikologi komunikasi. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam dengan remaja yang telah menikah di bawah usia 19 tahun di Desa Bantuil, Kecamatan Cerbon. Temuan menunjukkan bahwa pernikahan dini sering kali terjadi tanpa kesiapan fisik, psikologis, dan ekonomi yang memadai, sehingga menyebabkan perubahan perilaku yang signifikan pada remaja. Stres psikologis akibat tanggung jawab rumah tangga yang harus ditanggung dapat mengakibatkan isolasi sosial dan kehilangan minat terhadap pendidikan serta aktivitas sosial lainnya. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi berbagai hambatan yang dihadapi oleh remaja dalam menjalani kehidupan setelah pernikahan dini, termasuk tekanan dari lingkungan sosial dan kurangnya dukungan dari keluarga. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pemangku kebijakan dan masyarakat untuk meningkatkan edukasi tentang risiko pernikahan dini serta pentingnya persiapan sebelum memasuki kehidupan pernikahan. Dengan demikian, diharapkan angka pernikahan dini dapat berkurang dan dampak negatif terhadap perkembangan psikologis remaja dapat diminimalisir. Kata Kunci: Pernikahan Dini, Psikologi Komunikasi, Perilaku Remaja, Dampak Psikologis
Copyrights © 2024