Penelitian ini dilatar belakangi oleh penerimaan khalayak terhadap konflik komunikasi keluarga pada film Jalan Yang Jauh Jangan Lupa Pulang. Adanya interpretasi konflik komunikasi keluarga pada film ini menjadi latar belakang untuk melihat posisi khalayak. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis penerimaan khalayak mengenai konflik komunikasi keluarga pada film Jalan Yang Jauh Jangan Lupa Pulang. Metodologi dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, serta menggunakan analisis resepsi Stuart Hall. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan Paradigma Konstruktivis, melalui wawancara mendalam dengan tiga informan dari mahasiswa di Kota Semarang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Konflik Komunikasi Keluarga pada film Jalan Yang Jauh Jangan Lupa Pulang menunjukkan bahwa pemaknaan khalayak dipengaruhi dari berbagai macam faktor, seperti kondisi keluarga, konteks scene di dalan film, dan posisi informan dalam keluarga. Diketahui pada konteks pertama dominasi posisi dengan informan 1 dan informan 3 yaitu berada pada posisi Dominant Hegemonic Position (Posisi Dominan Hegemoni). Dominasi posisi informan 2 yaitu berada pada Negotiated Position (Posisi Negosiasi). Kata Kunci: Resepsi, Konflik Komunikasi Keluarga, Film Jalan Yang Jauh Jangan Lupa Pulang.
Copyrights © 2024