Penelitian ini mengkaji interaksi antara perkembangan wirausaha kuliner dan tantangan penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja di Indonesia. Melalui wawancara mendalam dengan pelaku usaha kuliner dan penegak hukum, studi ini menganalisis dinamika kedua fenomena tersebut serta potensi sinergi dalam upaya pencegahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wirausaha kuliner dapat menjadi alternatif positif bagi remaja, berpotensi mengurangi risiko keterlibatan dalam penyalahgunaan narkotika. Namun, industri kuliner juga menghadapi tantangan baru terkait modus operandi peredaran narkotika. Penelitian ini menyoroti pentingnya pendekatan terintegrasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam upaya pemberdayaan ekonomi remaja dan pencegahan penyalahgunaan narkotika.
Copyrights © 2024