Produksi tahu menghasilkan limbah yang cukup banyak, terutama limbah cair. Limbah tahu cair ini banyak mengandung protein yang cepat terurai. Jika cairan ini masuk ke lingkungan tanpa pengolahan sebelumnya, dapat menyebabkan bau yang tidak sedap dan suasana yang tidak menyenangkan Permasalahan para pengusaha tahu di Desa Tulakan adalah kurangnya pengetahuan tentang pengelolaan limbah tahu cair. Limbah cair tahu hanya dibuang ke sungai sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat akan manfaat dari pengolahan limbah cir tahu menjadi produk yang bernilai ekonomi. Metode yang digunakan adalah ceramah dan pelatihan. Keberhasilan operasi diukur dengan memantau produk yang dihasilkan. Oleh karena itu, mengolah limbah tahu cair menjadi pupuk organik melalui proses fermentasi. Proses fermentasi memakan waktu 15 hari dengan penambahan EM , larutan gula merah dan air kelapa secukupnya. Semua bahan dicampur dan diaduk menjadi massa yang seragam, lalu ditempatkan dalam wadah tertutup. Setelah sekitar dua minggu menggunakan pupuk organik cair tersebut, masyarakat Desa Tulakan dapat menggunakannya untuk memupuk tanaman mereka.
Copyrights © 2024