Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat suku bunga dan pertumbuhan uang terhadap inflasi dalam konteks ekonomi moneter. Inflasi yang tinggi dapat mengganggu stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat, dengan menggunakan data sekunder dari Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik selama periode 2010-2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat suku bunga dan pertumbuhan uang tidak berpengaruh yang signifikan secara statistik terhadap inflasi. Ketidaksignifikanan ini kemungkinan disebabkan oleh berbagai faktor, seperti karakteristik ekonomi, perilaku pasar, atau dominasi variabel lain yang lebih berpengaruh terhadap inflasi. Hal ini mengindikasikan bahwa efektivitas kebijakan moneter melalui instrumen tingkat suku bunga dan pengendalian pertumbuhan uang mungkin tidak cukup optimal dalam situasi tertentu. Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang keterbatasan kebijakan moneter dalam mengendalikan inflasi di Indonesia. Temuan ini mendukung teori kuantitas uang yang menyatakan bahwa peningkatan jumlah uang beredar cenderung memicu inflasi. Selain itu, hasilnya juga membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut yang mempertimbangkan variabel atau pendekatan alternatif dalam memahami dinamika inflasi.
Copyrights © 2024