Bank sentral memiliki peranan yang sangat vital dalam menjaga kestabilan sistem keuangan, terutama di era ekonomi digital yang ditandai oleh inovasi teknologi seperti fintech, cryptocurrency, dan metode pembayaran digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan bank sentral dalam menghadapi tantangan baru yang timbul akibat disrupsi digital, termasuk risiko terhadap stabilitas keuangan, serta menilai efektivitas kebijakan yang diimplementasikan. Dengan menerapkan pendekatan yuridis normatif dan analisis data sekunder, penelitian ini mengeksplorasi kebijakan moneter, regulasi sistem pembayaran, serta kerangka kerja yang berkaitan seperti Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penguatan kolaborasi antara para pemangku kepentingan, pengembangan infrastruktur digital yang aman, dan peningkatan kapasitas pengawasan siber sangat penting untuk mempertahankan stabilitas keuangan. Keberhasilan dalam menjaga stabilitas sistem keuangan digital memerlukan pendekatan holistik yang mencakup penguatan kebijakan, pengawasan teknologi, dan edukasi masyarakat untuk mengurangi risiko. Rekomendasi kebijakan yang disampaikan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan adaptasi bank sentral dalam menghadapi kompleksitas sistem keuangan digital di masa mendatang.
Copyrights © 2024