Keberagaman metode pembayaran digital semakin penting bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mengelola transaksi dan mendukung transparansi pelaporan keuangan. Pandemi COVID-19 telah mempercepat adopsi teknologi digital oleh UMKM untuk mengatasi keterbatasan transaksi fisik dan perubahan perilaku konsumen. Perubahan ini memberikan peluang sekaligus tantangan dalam pengelolaan keuangan yang lebih akurat dan terintegrasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji bagaimana keragaman pembayaran digital mempengaruhi ketepatan pelaporan keuangan UMKM. Sebanyak 300 pelaku UMKM di wilayah Jawa Timur diberikan kuesioner untuk diisi sebagai bagian dari pendekatan studi survei kuantitatif. Responden dipilih berdasarkan kriteria telah mengadopsi berbagai metode pembayaran digital seperti e-wallet, QRIS, dan transfer bank. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan regresi linier untuk mengukur hubungan antara variabel keberagaman metode pembayaran digital dan ketepatan pelaporan keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberagaman metode pembayaran digital secara signifikan berkontribusi pada ketepatan pelaporan keuangan UMKM. Semakin beragam metode pembayaran yang digunakan, semakin baik ketepatan pelaporan keuangan yang dihasilkan. Hal ini disebabkan oleh kemudahan pelacakan transaksi, otomatisasi pencatatan, dan pengurangan kesalahan manual. Penelitian ini menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi keuangan sebagai bagian dari strategi pengelolaan keuangan yang efektif untuk UMKM. Lebih lanjut, temuan penelitian ini menawarkan saran untuk meningkatkan literasi keuangan serta memfasilitasi akses UMKM terhadap solusi pembayaran digital yang dapat diterapkan oleh pemerintah dan penyedia layanan pembayaran digital. Dengan pengelolaan keuangan yang lebih baik, UMKM dapat meningkatkan daya saing dan mendukung pemulihan ekonomi pasca-pandemi.
Copyrights © 2024