Proses pelaksanaan pada proyek gedung bertingkat biasanya memakan waktu cukup lama dan kompleks, sehingga dapat menimbulkan ketidakpastian yang akhirnya akan memunculkan berbagai macam risiko. Salah satu risiko yang sering terjadi dan menimbulkan dampak yang tidak baik bagi proyek yaitu kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko kecelakaan kerja dominan pada proyek pembangunan Gedung bertingkat rusun di kampus IAHN Tampung Penyang Palangka Raya. Metode yang digunakan adalah Failure Mode Effect and Analysis (FMEA) dengan identifikasi risiko dari studi literatur dan penyebaran kuesioner. Hasil menunjukkan bahwa dari 9 item pekerjaan dan 29 risiko yang teridentifikasi di proyek setelah dianalisis menggunakan metode FMEA diperoleh 11 risiko kecelakaan kerja dominan dengan 8 risiko yang paling signifikan.
Copyrights © 2024