Tulisan ini bertujuan merekonstruksi sejarah masuknya Muhammadiyah di Kecamatan Lengayang dan mendeskripsikan tokoh pencetus utamanya. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode penelitian sejarah dalam beberapa tahapan di antaranya: (1) heuristic; (2) kritik sumber; (3) sintesis; dan (4) penulisan. Tulisan ini mengungkapkan sejarah lahirnya organisasi Muhammadiyah di Kecamatan Lengayang berawal dari perkenalan oleh para pedagang yang beraliran Muhammadiyah dari Maninjau. Tak hanya itu, dedikasi H. Samiak Ibrahim dari Nagari Kambang yang merintis mendirikan Cabang Muhammadiyah di Banda Sapuluah (Pesisir Selatan) termasuk di Kecamatan Lengayang juga memiliki peran penting. Hal itu juga dibuktikan dengan kedatangan Hamka ke Banda Sapuluah (Pesisir Selatan) tepatnya di Balai Selasa untuk memberitahu atas kehadiran Muhammadiyah di Banda Sapuluah (Pesisir Selatan) pada tahun 1928. Pada tahun 1947 Muhammadiyah di Kecamatan Lengayang berkembang menjadi dua cabang, yakninya Cabang Kambang dan Cabang Lakitan
Copyrights © 2024