Studi ini mengkaji efisiensi operasional dan keuntungan dalam usaha pedagang kaki lima (PKL) di sektor informal, dengan fokus pada pedagang kosmetik di Pasar Terminal Induk Handil Bakti. Efisiensi operasional diukur menggunakan margin laba kotor dan keuntungan menggunakan margin laba bersih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedagang kosmetik yang diselidiki mencapai laba kotor sebesar 36,357% dan laba bersih sebesar 35,374%. Meskipun laba bersihnya besar, efisiensi operasional usaha masih dianggap kurang efisien karena laba kotor di bawah 50%. Studi ini memberikan wawasan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan finansial dan operasional PKL. Data dari laporan laba rugi, margin laba kotor dan margin laba bersih dapat dijadikan dasar untuk analisis lebih lanjut terkait pengelolaan usaha tersebut.
Copyrights © 2024