Latar belakang: Pemberian Makanan Tambahan adalah kegiatan pemberian kudapan bergizi danaman bagi balita. Kerjasama dilakukan dengan petugas gizi puskesmas dengan memberikanpengarahan yang kemudian diimplementasikan oleh posyandu di lapangan. Program PemberianMakanan Tambahan di X belum memiliki evaluasi terstruktur sehingga dapat menghambatkemampuan mengidentifikasi dan mengatasi masalah atau kekurangan dalam pelaksanaan program.Penelitian ini bertujuan mengevaluasi hasil pelaksanaan program dari aspek input, process, output, danoutcome. Metede: Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif melalui wawancara dan observasilapangan. Hasil: aspek Sumber Daya Manusia, Dana, dan Sarana Prasarana yang cukup baik.Perencanaan dan Pelaksanaan program sesuai petunjuk teknis, serta pencatatan dan pelaporandilakukan secara sistematis. Pada pelaksanaannya, kader belum mengidentifikasi penerima MakananTambahan dengan tepat. Output (ketepatan sasaran) Makanan Tambahan untuk usia balita 6-11 bulandikonsumsi oleh orang tua. Outcome (Dampak Edukasi Program Pemberian Makanan Tambahan padaPemahaman Orang Tua), Pemahaman orang tua masih terbatas karena minimnya informasi yangdiberikan kader tentang pelaksanaan Pemberian Makanan Tambahan. Kesimpulan: aspek Input perluoptimalisasi pelatihan Pemberian Makanan Tambahan untuk seluruh kader, aspek Process identifikasipenerima Makanan Tambahan, dan ketepatan sasaran untuk balita perlu diperbaiki. Dampak dariedukasi program belum sepenuhnya tercapai Kata kunci: Balita, Pemberian Makanan Tambahan, Stunting
Copyrights © 2024