School refusal by children can occur due to the child’s ability to deal with various situations, both social and academic interactions. If the emotional burden is not handled, school refusal behavior can develop into a more complex and prolonged problem. This study aims to test the effectiveness of Cognitive Behavioral Play Therapy in overcoming school refusal behavior in children. The subject in this study was an eight-year-old girl. The assessment methods used were interviews, observations, graphic tests and Color Progressive Matrices (CPM). Cognitive Behavioral Play Therapy which was carried out for nine sessions helped the subject express anxiety about not going to school and find solutions to the problem. The success of this intervention was supported by the subject’s commitment to carrying out the tasks given and support from the subject’s parents and homeroom teacher.Penolakan sekolah pada anak dapat terjadi karena kemampuan anak dalam menghadapi berbagai situasi, baik interaksi sosial maupun akademik. Apabila beban emosional tersebut tidak ditangani, perilaku penolakan sekolah dapat berkembang menjadi masalah yang lebih kompleks dan berkepanjangan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas Cognitive Behavioral Play Therapy dalam mengatasi perilaku penolakan sekolah pada anak. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang anak perempuan berusia delapan tahun. Metode asesmen yang digunakan adalah wawancara, observasi, tes grafis dan Color Progressive Matrices (CPM). Cognitive Behavioral Play Therapy yang dilakukan selama sembilan sesi membantu subjek dalam mengekspresikan kecemasan tidak masuk sekolah dan menemukan solusi atas masalah tersebut. Keberhasilan intervensi ini didukung oleh komitmen subjek dalam melaksanakan tugas yang diberikan serta dukungan dari orang tua dan wali kelas subjek.
Copyrights © 2024