Keindahan bahasa Al-Qur'an merupakan salah satu aspek yang menjadi daya tarik utamanya, di mana balaghah memainkan peran penting dalam memperkuat pesan ilahi yang terkandung di dalamnya. Balaghah, sebagai ilmu yang mempelajari keindahan bahasa dan gaya retorika, membantu memahami makna yang lebih mendalam dalam teks suci. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan tujuan penggunaan tasybih dalam QS. Ar-Rahman, salah satu surat yang kaya akan keindahan bahasa dan pesan retorikanya. Melalui pendekatan analisis balaghah berbasis studi literatur, Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat ayat dalam QS. Ar-Rahman yang mengandung tasybih, yaitu ayat 14, 24, 37, dan 58. Bentuk tasybih yang ditemukan dalam QS. Ar-Rahman meliputi tasybih mursal mujmal pada ayat 14, 24, dan 58, di mana adat tasybih disebutkan tetapi wajh as-syibhnya dihilangkan. Sementara itu, pada ayat 37, bentuk tasybih yang digunakan adalah tasybih baligh, di mana baik adat maupun wajh as-syibhnya dihilangkan. Tujuan penggunaan tasybih dalam ayat-ayat tersebut adalah untuk memperjelas musyabbah, sehingga pesan yang disampaikan menjadi lebih kuat dan mendalam.
Copyrights © 2024