Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi proses morfologis pembentukan verba melalui prefiks derivasional dalam bahasa Sasak, dengan fokus pada dialek Meno-Mene yang dituturkan di desa Kuripan, Pulau Lombok. Penelitian ini memiliki dua tujuan utama: pertama, untuk mengidentifikasi jenis-jenis prefiks dalam bahasa Sasak yang dapat membentuk kategori verba dalam hal derivasi, dan kedua, untuk menentukan jenis morfem dasar yang dapat dikombinasikan dengan setiap prefiks untuk membentuk verba. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini mengidentifikasi 4 (empat) prefiks, termasuk /be-/ (terdiri dari /be-/ dan /ber-/ sebagai alomorf), /m-/, /peN-/ (terdiri dari /pe-/ dan /per-/ sebagai alomorf), dan /N-/ (terdiri dari /n-/, /ng-/, dan /ny-/ sebagai alomorf). Temuan menunjukkan bahwa prefiks ini melekat pada kategori morfem dasar tertentu untuk menghasilkan verba. Misalnya, awalan /be-/ dapat bergabung dengan kata benda, kata sifat, dan kata keterangan, sementara /peN-/ memiliki jangkauan yang lebih luas, melekat pada kata benda, kata sifat, kata keterangan, dan jumlah kategori kata. Awalan /m-/ terbatas pada kategori kata benda, dan /N-/ secara eksklusif dibubuhkan pada kategori kata benda. Studi ini memberikan wawasan berharga tentang morfologi derivasional bahasa Sasak, yang berkontribusi pada pemahaman proses pembentukan kata kerja dalam bahasa Austronesia. Temuan ini menyoroti sifat sistematis awalan dan perannya dalam memperluas leksikon kata kerja dalam bahasa Sasak.
Copyrights © 2024