Kenyamanan termal dalam ruangan merupakan faktor penting dalam desain bangunan, terutama di daerah tropis yang mengalami fluktuasi suhu ekstrem. Desain jendela dan orientasi bangunan memainkan peran signifikan dalam mengatur suhu dan kenyamanan termal dalam ruang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi desain jendela dan orientasi bangunan terhadap kenyamanan termal dalam ruangan. Metode penelitian dilakukan melalui simulasi menggunakan CBE Thermal Comfort Tool dengan skenario orientasi bangunan yang berbeda (utara, timur, selatan, dan barat) dan variasi desain jendela, termasuk ukuran, jumlah, dan material kaca. Data suhu dan kelembapan diperoleh dari simulasi untuk mengevaluasi kondisi kenyamanan termal sesuai standar ASHRAE 55. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orientasi bangunan dan desain jendela mempengaruhi tingkat kenyamanan termal secara signifikan. Bangunan dengan orientasi utara dan material kaca berinsulasi tinggi menghasilkan kenyamanan termal yang lebih baik, terutama pada jam-jam siang saat intensitas matahari maksimal. Penelitian ini mengonfirmasi bahwa kombinasi desain jendela yang tepat dan orientasi bangunan yang optimal dapat meningkatkan kenyamanan termal penghuni dan efisiensi energi secara keseluruhan.
Copyrights © 2024