cover
Contact Name
Purwanto
Contact Email
psda@unika.ac.id
Phone
+6224-8441555
Journal Mail Official
psda@unika.ac.id
Editorial Address
Jl. Pawiyatan Luhur IV/1 Bendan Duwur 50234 Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JoDA Journal of Digital Architecture
ISSN : -     EISSN : 27986896     DOI : 10.24167/joda.v1i1.3698
Tujuan dari Jurnal ini adalah untuk mengembangkan keilmuan dalam riset arsuitektur digital yang saat ini mulai berkembang dengan pesat. SCOPE JoDA “Journal of Digital Architecture” mencakup kajian: 1. Desain Arsitektur Digital 2, Kajian Pemukiman dan Perkotaan dengan Software Komputer dan pendekatan pemikiran digital 3. Struktur dan Konstruksi dalam perkembangan teknologi robot dan Software digital 4. Kajian pengembangan Bahan Bangunan dengan pendataan dan analisis software digital 5. Kajian Metode, Teori, Kritik dan Sejarah Arsitektur yang dikemas dalam software komputer atau melibatkan software komputer dalam analisisnya Artikel yang disajikan belum pernah diterbitkan di dalam jurnal manapun, dan diharapkan dapat menjembatani pemikiran–pemikiran yang terkait dengan Arsitektur Digital.
Articles 64 Documents
Perbandingan Transfer Panas Pada Software Psi-Therm, HTflux Dan Ansys Dimitri Ryumiliano Paulus; LMF Purwanto
JoDA Journal of Digital Architecture Vol 1, No 2: Maret 2022
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1370.666 KB) | DOI: 10.24167/joda.v1i2.4306

Abstract

Dalam mendesain suatu bangunan tentunya harus memperhatikan kondisi iklim setempat untuk mencapai kenyamanan pengguna dalam melakukan aktivitas. Pada iklim tropis yang memiliki suhu lingkungan yang cukup tinggi tentunya akan mempengaruhi kondisi interior ruangan. Proses perambatan panas ini diminimalisir dengan menggunakan AC, pemilihan material dinding dan perencanaan dinding melalui software. Namun penggunaan AC yang berlebihan di dalam ruangan akan membuat konsumsi listrik menjadi tinggi dan berdampak pada penambahan panas pada bangunan. Pada penelitian ini digunakan software Psi-therm, HTflux dan Ansys untuk mensimulasikan perpindahan panas matahari ke dalam gedung. Tujuan utama penggunaan perangkat lunak adalah untuk menentukan aliran perpindahan panas ke struktur bangunan dan meminimalkan perpindahan panas melalui penggunaan bahan peredam pada dinding. Selain itu untuk mengetahui perbedaan hasil analisis dari ketiga software tersebut. Metode penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan mengumpulkan data di lapangan yang berhubungan dengan suhu di luar dan di dalam bangunan serta material penutup dinding. Data yang terkumpul akan dimasukkan ke dalam software Psi-Therm, HTflux, dan Ansys untuk menganalisis distribusi panas matahari pada struktur bangunan. Dengan menggunakan gambar sebaran panas yang telah dianalisa oleh perangkat lunak maka dilakukan upaya untuk meminimalisir panas tersebut dengan menggunakan bahan peredam pada dinding bangunan.
Augmented Reality dalam Proses Desain Arsitek Masa Depan Benediktus Yosef Arya Wastunimpuna; L.M.F. Purwanto
JoDA Journal of Digital Architecture Vol 1, No 1: September 2021
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (951.306 KB) | DOI: 10.24167/joda.v1i1.3494

Abstract

Dunia arsitektur sedang mengalami sebuah tekanan terkait hasil karya dari para arsitek yang secara kuantitas sudah banyak namun dinilai kurang secara kualitas. Hal ini disebabkan karena dalam proses desain yang dilakukan oleh arsitek ditemukan gap yang cukup lebar antara konsep dengan praktek perancangannya.  Oleh karena itu banyak arsitek yang mulai melirik dunia digital terutama augmented reality sebagai media yang dapat membantu proses mendesain. Augmented Reality memang memiliki kelebihan dalam menyajikan visual 3D yang sangat berguna bagi dunia arsitektur yang juga bermain dengan visual. Namun hingga sekarang augmented reality masih hanya diaplikasikan sebagai media informasi digital pada bangunan yang telah terbangun. Padahal jika melihat perkembangannya teknologi ini mampu untuk bermanfaat lebih dari itu. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa dan mengindikasikan potensi penggunaan augmented reality pada proses desain seutuhnya. Metode yang digunakan adalah literature review dengan mencari literatur yang relevan kemudian melakukan sintesi analisanya. Dan pada akhir penelitian ditemukan bahwa augmented reality tidak hanya berfungsi sebagai media informasi dari hasil desain akan tetapi dapat ditempatkan dalam semua tahapan desain yaitu analisa, sintesis dan evaluasi.
The Drawings Digitalization Effectiveness In Interior Fabrication In A Philosophical Context Tri Susetyo Andadari; Rudyanto Soesilo
JoDA Journal of Digital Architecture Vol 1, No 2: Maret 2022
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (840.319 KB) | DOI: 10.24167/joda.v1i2.3587

Abstract

Architectural digitization has been carried out substantially, at the design stage and also at the implementation. Not only related to the design of the building’s facade but also to the interior of the building. The goal indeed is to simplify and accelerate the architect’s work. In fact, the current digitalization drawings, specifically in the realm of interior fabrication, require several additional steps becomes a product.This research uses literature study method with descriptive evaluative analysis to describe as broadly as possible issues related to the effectiveness of digitalization drawings in interior fabrication in philosophical studies based on ontology, epistemology and axiology. The study was carried out using empirical and theoretical phenomena as well as examining the ideas behind the effectiveness of digitizing drawing (in interior fabrication) to its application.The final result shows that the research concept on the effectiveness of digitizing drawings in interior fabrication is empirical, rationalist, and measurable research as a logical science and is a part of science. 
Analisis Kenyamanan Pencahayaan Alami Pada Rumah Kos Di Sawah Lebar Baru Bengkulu Rizka Tri Arinta; Bunga Kristihartiani; Wahyu Dany Utomo
JoDA Journal of Digital Architecture Vol 1, No 2: Maret 2022
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1083.323 KB) | DOI: 10.24167/joda.v1i2.4503

Abstract

Dalam mendesain sebuah bangunan tempat tinggal manusia, tentu tidak bisa lepas dari pencahayaan. Dalam bangunan arsitektur, pencahayaan diklasifikasikan menjadi dua, yaitu pencahayaan buatan dan alami. Pencahayaan buatan berasal dari lampu, sedangkan pencahayaan alami berasal dari sinar matahari. Seperti halnya pada bangunan Rumah Kos, pencahayaan alami menjadi salah satu aspek penting. Dimana pencahayaan alami dapat menunjang kerja bangunan dan menciptakan kenyamanan pengguna didalamnya.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisa desain bangunan rumah kos yang berada di Sawah Lebar Baru, Bengkulu sudah sesuai kriteria pencahayaan alami pada SNI Nomor 03-2396-2001 ataukah belum memenuhi. Untuk mengetahui hal tersebut penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif dengan mengolah hasil pengukuran lapangan pada proses simulasi digital. Analisa dilakukan menggunakan software Autodesk Ecotect Analysis (versi 2011). Software tersebut dapat mensimulasikan peforma bangunan meliputi pencahayaan serta penghawaan melalui permodelan 3D.Hasil dari penelitian ini membandingkan ketentuan nilai Lux SNI dan hasil data simulasi. dapat disimpulkan bahwa untuk ruang tamu dan garasi sudah sesuai standar. Namun ruang makan, ruang tidur, dapur, kamar mandi belum memenuhi standar. Adapun upaya untuk memaksimalkan pencahayaan dalam ruang tidur, dan garasi rumah kos menjadi rekomendasi desain dari penelitian ini.
Editorial Paper: Arsitektur Digital Sebuah Kepastian L.M.F. Purwanto
JoDA Journal of Digital Architecture Vol 1, No 1: September 2021
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.421 KB) | DOI: 10.24167/joda.v1i1.3698

Abstract

Dalam edisi perdana JoDA, Journal of Digital Architecture ini membahas tentang berbagai kajian tentang arsitektur digital. Dari masa ke masa, perkembangan arsitektur mengalami banyak perubahan dan perkembangan. Di awali dengan adanya komputer yang menggantikan alat gambar arsitek dengan kehadiran CAD. Kehadiran computer ini memudahkan dalam menggambar dan mulai memasuki era digital yang dapat menekan penggunaan kertas dalam penyajian gambar setelah komputer mulai terhubung dengan internet [1]. Setelah itu, beberapa software pendukung mulai berkembang dan membantu arsitek untuk mempermudah dalam pekerjaannya. Oleh sebab itu, arsitektur digital haruslah mempengaruhi pemikiran desain, metode desain, dan teori spasial [2]. Arsitektur digital dikembangkan untuk dapat digunakan dalam membantu proses berpikir desain dengan bantuan internet dan berbasis web yang nantinya akan membentuk sebuah teori baru.  Jika metode desain, pola pikir, dan teori spasial semuanya diubah oleh arsitektur digital, maka di kemudian hari akan lebih dari sekadar teori.Penggunaan teknologi menjadi berkembang pesat sejak segala sesuatu mulai terhubung dan tak terpisahkan dari internet. Perangkat lunak dan perangkat keras mulai saling melengkapi dan mempermudah dalam desain arsitektur [3]. Software tidak lagi hanya berkutat pada aspek fisika bangunan, tapi berkembang dalam segala aspek kajian arsitektur. Bahkan perangkat keras yang ditunjang dengan perangkat lunak yang mudah dioperasionalkan, tidak semata berupa komputer tetapi merambah ke gadget yang lebih mudah digunakan. Virtual reality dan Augmented Reality sebagai wacana kekinian yang sangat mudah digunakan dan dapat membantu interaksi desain dengan klien secara real time. Memasuki dunia arsitektur digital menjadikan ilmu arsitektur terasa hidup dan mengasyikkan untuk dipelajari. Dunia seakan menjadi tempat selancar dan tanpa batas untuk dikembangkan dengan tatanan arsitektur yang lebih manusiawi dan ramah lingkungan. Dengan demikian arsitektur digital dapat didefinisikan sebagai sebuah revolusi [4]. Saat ini manusia dapat menunggu untuk melihat perubahan sosial budaya yang drastis, yang akan muncul di era digital. Tidak mudah untuk memprediksi masa depan arsitektur digital, meskipun saat ini sudah berkembang dengan kecepatan penuh. Terdapat gap antara pendidikan arsitektur, budaya masyarakat, dan arsitektur digital [5].Pendidikan arsitektur harus berupaya mengikuti perubahan teknologi digital yang begitu cepat. Pendidikan arsitektur tradisional yang masih bertumpu pada teori filosofis, sosial, historis dan psikologis harus cepat tanggap dengan evolusi digital yang berjalan secara cepat ini. Masih banyak orang yang khawatir dengan penggunaan komputer yang berlebihan. Namun, mereka lupa bahwa teknologi baru selalu melahirkan budaya baru, seperti banyak catatan sejarah terkait perubahan dan dampak teknologi dalam budaya manusia.Pada awal tahun 1973, Bruno Zevi mendefinisikan transisi era digital saat ini, yang bukan semata dalam masa pertumbuhan [6]. Dalam beberapa dekade terakhir, arsitektur sebenarnya telah berkembang pesat seiring dengan inovasi teknologi, sehingga telah mampu mengatasi paradigma konstruksi konvensional, sehingga menghasilkan hubungan baru antara arsitektur dan manusia. Kehadiran robot dan printer 3D, mengubah cara arsitek mendesain sampai pada merealisasikannya dalam pembangunan bangunannya. Arsitektur memperoleh perluasan sosiologis dari perangkat teknologi dengan bentuk ekspresi baru berkat immaterialitas dari dunia maya. Kini dengan kehadiran Arsitektur Digital, Arsitektur menjadi alat komunikatif global, sebuah ikon yang mentransmisikan pesan yang dapat membentuk cara memandang dan berpikir dalam agregasi elemen dalam aliran yang berkelanjutan dan tanpa urutan tertentu. Selamat memasuki era Arsitektur Digital.
Korelasi Pemahaman Green Building (Bangunan Gedung Hijau/Arsitektur Hijau) Terhadap Penerapan Desain Arsitektur Di Era Digital Budijanto Chandra; LMF Purwanto
JoDA Journal of Digital Architecture Vol 1, No 2: Maret 2022
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2252.842 KB) | DOI: 10.24167/joda.v1i2.4186

Abstract

Masalah lingkungan terbesar abad ini adalah perubahan iklim (climate change) dengan fenomena pemanasan global, yang menyebabkan bencana dan kerusakan lingkungan. Penyebabnya yaitu Emisi CO₂ yang disebabkan oleh pembakaran bahan bakar dari fosil. Bangunan dan industri konstruksi adalah penyebab utama dan mempunyai andil paling besar secara global dari peningkatan emisi CO₂, oleh karena itu dengan green building dan energi terbarukan dapat mengurangi dampak perubahan iklim secara signifikan. Di sisi lain, masih rendahnya kesadaran mahasiswa arsitektur tentang pentingnya green building dan kurangnya penerapan serta perhatian pada desainnya.Tujuan penelitian ini adalah menganalisis korelasi pemahaman green building dengan penerapannya pada desain arsitektur mahasiswa jurusan arsitektur Universitas Katolik Soegijapranata. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif yang berdasarkan data hasil survei yang disebarkan lewat media online. Hasil dari penelitian ini didapatkan korelasi antara pemahaman dan penerapan green building pada desain arsitektur.
Brand dan Digital dalam Aspek Perancangan Arsitektur Onie Dian Sanitha; L.M.F. Purwanto
JoDA Journal of Digital Architecture Vol 1, No 1: September 2021
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.566 KB) | DOI: 10.24167/joda.v1i1.3377

Abstract

Sebagai bidang ilmu seni terapan, Teori Arsitektur berkembang tidak hanya kepada desain perancangan bangunan saja melainkan isu lingkungan sosial yang berkolaborasi dengan disiplin ilmu Manajemen yakni brand dan konsep “branding”. Tuntutan pasar Global menjadikan Arsitektur sebagai sebuah kebutuhan karena kemampuannya dalam menuangkan gagasan ke dalam sebuah bentuk serta perkembangannya di bidang Digital. Hal ini membuat arsitektur mampu membaur dengan disiplin ilmu Manajemen dalam konteks Brand. Namun muncul pertanyaan, apakah konsep perancangan Arsitektur mampu mewadahi sebuah Brand tanpa kehilangan esensi dasar dalam mendesain? Artikel ini menjadi tahap awal dalam melihat keterkaitan antara Arsitektur, kemajuan Teknologi Digital dan konsep Brand. Studi Kepustakaan diperlukan untuk mengawali proses identifikasi agar dapat menguraikan masing-masing bagian sehingga ditemukan aspek-aspek penting yang diperlukan dalam perancangan yang diduga saling berkaitan dan dapat menjadi konsep perancangan yang mendukung proses branding.
Frontmatter [Front Cover, Editorial Team, Indexing, and Table of Contents] JODA Journal of Digital Architecture
JoDA Journal of Digital Architecture Vol 1, No 1: September 2021
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.095 KB) | DOI: 10.24167/joda.v1i1.4573

Abstract

Program Studi Doktor Arsitektur, Fakultas Arsitektur dan Desain, Universitas Katolik Soegijapranata
Teknologi Digital pada Pendidikan Arsitektur di Era Industri 4.0 Widriyakara Setiadi; L.M.F. Purwanto
JoDA Journal of Digital Architecture Vol 1, No 1: September 2021
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.026 KB) | DOI: 10.24167/joda.v1i1.3681

Abstract

Fenomena kurikulum pendidikan Indonesia terus berubah dan selalu diperbaharui dalam setiap periode. Begitu pula dengan perubahan-perubahan kurikulum pendidikan tinggi arsitektur. Kompleksitas dan jumlah projek pembangunan yang meningkat dari tahun ke tahun memunculkan isu arsitek harus menggunakan aplikasi BIM. Kewajiban persyaratan BIM ini masih diberlakukan untuk biro-biro konsultan maupun kontraktor yang ingin mengerjakan projek pemerintah. Revolusi Industri 4.0 telah menciptakan tren-tren baru di bidang teknologi digital.Tujuan dari penelitian ini ingin mengetahui seberapa banyak pengenalan dan penggunaan teknologi digital dalam proses pembelajaran di pendidikan arsitektur dan aplikasi-aplikasi apa yang sudah dimanfaatkan dan diajarkan dalam pendidikan arsitektur saat ini.Metode penelitian menggunakan metode diskriptif analisis, data diambil dari hasil survei yang disebarkan lewat online. Data-data yang terkumpul kemudian dianalisa sesuai dengan masing-masing katagori.Simpulan teknologi digital adalah sebuah kebutuhan untuk arsitek di masa datang. Kemajuan ilmu pengetahuan teknologi digital harus diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan arsitektur.
Sistem Teknologi Bangunan Dan Mode Adaptif Ditengah Perubahan Lingkungan Post Pandemi Covid-19 Basuki Basuki; Prasasto Satwiko
JoDA Journal of Digital Architecture Vol 1, No 2: Maret 2022
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1064.913 KB) | DOI: 10.24167/joda.v1i2.4304

Abstract

Studi ini bertujuan mengeksplorasi strategi adaptif teknologi bangunan yang berpotensial untuk diterapkan di era new normal pasca pendemi Covid-19. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif untuk mengekplorasi relevansi dan praktek teknologi bangunan pintar dan modular. Analisis potensi dilakukan dengan pendekatan deskriptif berdasarkan data sekunder yang diperoleh dari: artikel yang diakses secara online dari media internet. Diskusi kelompok kecil dengan akademisi dan praktisi lokal digunakan untuk evaluasi relevansi dan praktek (tingkat kematangan teknologi). Analisis scenario digunakan untuk memproyeksi potensi strategi.  Hasil penelitian menemukan bahwa persepsi manfaat akademisi dan praktisi lokal terhadap sistem teknologi bangunan pintar dan sistem modular untuk adaptasi bangunan di tengah dinamika lingkungan post pandemi covid-19 adalah pada level sangat penting. Sistem bangunan pintar mempunyai relevansi karena potensi untuk kontrol kualitas lingkungan di tengah pandemi. Sistem modular mempunyai relevansi karena mudah untuk dikonfigurasikan ulang untuk adaptif terhadap kondisi lingkungan. Namun demikian ditinjau dari tingkat kematangan teknologi berada dalam kondisi moderate artinya kedua teknologi tersebut masih dalam tahap pengembangan. Adopsi sistem teknologi bangunan pintar dan sistem modular perlu disesuaikan dengan kondisi iklim lokal, sosial budaya dan risiko teknologi.