Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ketimpangan gender yang terjadi di Kota Tarakan, dengan fokus utama pada pengalaman perempuan dan teman-teman disabilitas. Melalui pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif yang mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan di Tarakan sering mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), diskriminasi dalam pendidikan dan pekerjaan, serta minimnya akses terhadap layanan hukum. Faktor penyebabnya berkaitan dengan norma budaya patriarkis dan kurangnya pemahaman tentang kesetaraan gender. Di sisi lain, perempuan dengan disabilitas menghadapi tantangan tambahan, seperti stigma sosial dan ketidakaksesibilitas layanan. Penelitian ini merekomendasikan solusi preventif, termasuk program edukasi, akses pelatihan keterampilan, dan kampanye kesadaran tentang hak-hak perempuan dan disabilitas untuk mengurangi ketimpangan gender di masyarakat. Dengan memahami dinamika ketimpangan ini, diharapkan kebijakan yang lebih efektif dapat diimplementasikan untuk memberdayakan perempuan dan menciptakan lingkungan yang lebih inklusif.
Copyrights © 2024