Pembangunan manusia kini menjadi fokus utama dalam menilai keberhasilan suatu bangsa, karena mencakup aspek yang luas seperti ekonomi, sosial, budaya, politik, dan lingkungan. Tujuan dari Penelitian ini menganalisis kebijakan Pendidikan dan struktur sosial yang erat kaitannya dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), indeks pembangunan manusia (IPM), dan pertumbuhan ekonomi. Salah satu Kabupaten di Jawa Timur, yaitu bojonegoro memiliki APBD terbesar ke- 6 di tingkat kabupaten/kota se-Indonesia, namun IPM dan pertumbuhan ekonomi Bojonegoro masih di bawah rata-rata Provinsi Jawa Timur. Disparitas ini mengindikasikan adanya ketidaksesuaian antara potensi finansial daerah dengan kualitas hidup masyarakat. Teori yang digunakan yaitu teori model analisis kebijakan William Dunn yang terbagi menjadi tiga model: perumusan kebijakan, peramalan kebijakan dan rekomendasi kebijakan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur. Hasil dari Penelitian ini menyoroti pentingnya pendidikan dalam meningkatkan IPM dan pembangunan. Pendidikan tidak hanya sebagai konsumsi, tetapi juga investasi jangka panjang yang berdampak signifikan pada kualitas sumber daya manusia. Berdasarkan teori model analisis kebijakan William dunn menghasilkan sebuah rekomendasi kebijakan yaitu penerbitan Peraturan Daerah (Perda) terkait dana abadi pendidikan. Dana abadi ini diharapkan dapat menjamin keberlangsungan pembiayaan pendidikan, meningkatkan kualitas pendidikan, dan memperluas akses bagi seluruh lapisan masyarakat. Berdasarkan model kebijakan Dunn menunjukkan bahwa dana abadi pendidikan memiliki potensi besar untuk meningkatkan mobilitas sosial, memperkuat modal sosial masyarakat, dan menciptakan lapangan kerja baru. Selain itu, kebijakan ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
Copyrights © 2024