SMA Negeri 1 Baturiti menghadapi tantangan dalam pengelolaan dan pencatatan pelanggaran siswa pada program Bimbingan Konseling(BK), yang bertujuan untuk membentuk karakter siswa. Proses pencatatan pelanggaran yang masih dilakukan secara manual menyebabkan berbagai permasalahan, seperti risiko kerusakan data pada buku pelanggaran dan kesalahan input poin pelanggaran ke dalam file excel. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem informasi BK guna mengatasi masalah tersebut. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah metode Waterfall, salah satu pendekatan SDLC yang sistematis dan berurutan, meliputi tahapan komunikasi, perencanaan, perancangan, implementasi, dan penyerahan sistem. Pengujian sistem dilakukan dengan metode Black Box Testing, yang menunjukkan bahwa seluruh fungsi sistem telah berjalan sesuai kebutuhan. Sistem informasi ini diharapkan dapat mendukung BK dan pihak sekolah dalam memberikan layanan yang lebih terstruktur dan efisien dalam pengelolaan pelanggaran siswa.
Copyrights © 2024