Penelitian ini dilakukan untuk meneliti dukungan social dan efikasi diri sebagai prediktor terhadap stress akademik mahasiswa yang berasal dari daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) di Maluku. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah quota sampling dengan jumlah responden sebanyak 120 mahasiswa tahun pertama yang berasal dari daerah 3T di Maluku. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah Student Life Stress Inventory (SLSI) untuk mengukur stres akademik Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) untuk mengukur dukungan sosial, The General Self-Efficacy Scale (GSE) untuk mengukur efikasi diri. Hasil penelitian yang dilakukan, menunjukkan dukungan social dan efikasi diri memiliki pengaruh secara simultan terhadap stress akademik. Artinya semakin tinggi dukungan social dan efikasi diri maka semakin rendah stress akademik. Sebaliknya jika semakin rendah dukungan social dan efikasi diri maka semakin tinggi stres akademik yang dialami oleh mahasiswa.
Copyrights © 2024