Keterampilan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi utama yang perlu dikembangkan dalam pendidikan abad ke-21, khususnya di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk menumbuhkan keterampilan berpikir kritis adalah pembelajaran berbasis debat atau Debate-Based Learning (DBL). Pelatihan ini dirancang untuk melibatkan siswa dalam debat terstruktur, yang bertujuan melatih keterampilan analisis, evaluasi, serta penyampaian argumen yang terstruktur dengan baik. Pelaksanaan kegiatan pelatihan ini meliputi beberapa tahap, dimulai dari pemilihan topik debat yang relevan, pemberian pelatihan teknik debat kepada siswa, simulasi debat, hingga evaluasi setelah debat. Hasil dari pelatihan menunjukkan bahwa pendekatan DBL tidak hanya meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, tetapi juga mengembangkan keterampilan komunikasi, rasa percaya diri, dan kemampuan bekerja sama dalam tim. Melalui proses refleksi dan umpan balik, siswa menyatakan bahwa metode ini mendorong mereka untuk berpikir lebih mendalam, memahami berbagai sudut pandang, serta menyusun argumen yang logis dan meyakinkan. Dengan demikian, DBL dapat dijadikan strategi pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa SMA.
Copyrights © 2024