Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna kebersyukuran di kalangan buruh angkut barang di Pelabuhan Sungai Kunjang, Samarinda. Kebersyukuran dianggap sebagai salah satu bentuk ekspresi kebahagiaan yang berhubungan dengan kesejahteraan individu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melibatkan empat subjek penelitian yang dipilih secara purposif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik triangulasi, coding, dan kategorisasi sesuai tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buruh angkut di Pelabuhan Sungai Kunjang, Samarinda, memaknai kebersyukuran melalui empat aspek utama: intensitas, frekuensi, rentang, dan kepadatan syukur. Intensitas syukur mencerminkan perasaan mendalam terhadap kebersamaan di tempat kerja. Frekuensi syukur terkait seberapa sering mereka bersyukur, terutama berkaitan dengan kebutuhan keluarga dan keseimbangan antara pekerjaan dan ibadah. Rentang syukur mencakup berbagai sumber, seperti dukungan keluarga dan rekan kerja. Kepadatan syukur mengacu pada jumlah individu atau hal yang memicu rasa syukur mereka.
Copyrights © 2024