Stimulasi bahasa yang kurang disertai dengan penggunaan gadget yang tidak diawasi oleh orangtua pada balita dapat berdampak pada kecenderungan mengalami keterlambatan perkembangan bahasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku ibu tentang stimulasi bahasa dengan perkembangan bahasa pada balita yang menggunakan gadget di Kota Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan crosssectional study. Populasi penelitian yaitu 146 responden dengan pengambilan sampel menggunakan convenience sampling sehingga didapatkan 114 orang ibu dan balita. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner untuk mengukur perilaku ibu tentang stimulasi bahasa balita dan lembar Denver Developmental Screening Test untuk mengukur perkembangan bahasa balita. Analisa data menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada balita usia 24-36 bulan, 55,3% Ibu dengan perilaku stimulasi bahasa kurang baik dengan tahapan perkembangan bahasa balita suspek sebanyak 46.8%. balita usia 36-48 bulan, 55.2% ibu dengan perilaku stimulasi bahasa kurang baik dengan tahapan perkembangan bahasa balita suspek sebanyak 55.2%. Terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku ibu tentang stimulasi bahasa dengan perkembangan bahasa balita yang menggunakan gadget (p-value 0,000). Penggunaan gadget sangat besar dampaknya terhadap perkembangan bahasa anak sehingga dituntut adanya perhatian dan perilaku stimulasi bahasa yang baik dari ibu
Copyrights © 2024