Peningkatan ureum dan kreatinin dapat menyebabkan metabolisme otak menurun mengakibatkan rendahnya konsumsi oksigen oleh otak sehingga pasien mengalami respiratory failure yang merupakan indikasi perlunya pemasangan ventilator mekanik di ruang ICU. Studi kasus ini bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan kegawatdaruratan pada pasien acute respiratory failure akibat uremic encephalopathy. Pengkajian pada Ny.C yaitu pemeriksaan laboratorium analisa gas darah pH 7,222, pCO2 42,0 mg/dL, HCO3 17,0 mmol/L, nilai kadar hemoglobin 6,6 gr/dL, hematokrit 19%, albumin 2,6 gr/dL, ureum 234 mg/dL, kreatinin 18,10 mg/dl dengan nilai laju GFR 3,52 ml/menit, pasien sudah dilakukan hemodialisa cyto sekali di IGD sebelum dipindahkan ke ICU, keluarga mengatakan pasien memiliki riwayat hipertensi dari tahun 2012. Sehingga masalah keperawatan yang muncul adalah risiko aspirasi, gangguan pertukaran gas, hipervolemia, dan gangguan penyapihan ventilator. Setelah dilakukan tindakan keperawatan hasil evaluasi hari ketiga didapatkan bahwa kondisi pasien tidak adanya perbaikan ditandai dengan kadar ureum 146 mg/dL, kreatinin 12,10 mg/dL, pH: 7,179, pCO2: 38,9 mmHg, HCO3: 14,5, pitting edema +3, produksi urin 0 ml/jam, dan pasien direncanakan hemodialisa. Hasil asuhan keperawatan ini diharapkan dapat menjadi pedoman kepada perawat untuk melakukan perawatan yang intensive serta lebih menekankan keperawatan secara cepat dan tepat.
Copyrights © 2024