Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG TANDA GEJALA PASIEN CARDIAC ARREST DI BANDA ACEH Nisa, Khairun; Marlina, Marlina; Fikriyanti, Fikriyanti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cardiac arrest merupakan penyebab utama kematian mendadak di dunia. Penanganan cardiac arrest harus segera dilakukan dengan tindakan yang cepat dan tepat. Perawat dituntut untuk memiliki pengetahuan terkait tanda dan gejala serta penanganan dalam mengatasi serangan cardiac arrest. Cardiac arrest dapat diakibatkan oleh gangguan sistem kardiovaskuler dan sistem pernapasan yang tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah pengetahuan yang dimiliki oleh perawat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan perawat tentang tanda gejala pada pasien cardiac arrest pada Ruang IGD dan intensive care di RSUD Meuraxa Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif dan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian adalah perawat yang bekerja pada Ruang IGD dan intensive care pada sebuah Rumah Sakit di Banda Aceh. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling yaitu 56 perawat. Alat pengumpulan data menggunaan kuesioner yang dikembangkan oleh Kristina (2017). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawat ruang IGD dan intensive care memiliki pengetahuan baik yaitu sebanyak 54 perawat (96.4%) dalam mengenal tanda gejala pasien cardiac arrest. Penelitian diharapkan dapat membantu managemen rumah sakit untuk terus meningkatkan pengetahuan bagi perawat terkait penanganan cardiac arrest sehingga dapat menurunkan penyebab resiko angka kematian.
PENGETAHUAN MAHASISWA TENTANG RESUSITASI JANTUNG PARU Munawwarah, Munawwarah; Aklima, Aklima; Fikriyanti, Fikriyanti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Resusitasi Jantung Paru (RJP) merupakan pertolongan pertama yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan korban yang mengalami henti jantung. Kejadian henti jantung dapat terjadi dimana saja dan kapan saja, sehingga RJP harus mampu dilakukan oleh tenaga medis dan masyarakat awam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa tentang RJP. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa S1 Universitas Syiah Kuala. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan proporsional sampling dengan jumlah sampel 394 mahasiswa dari 12 fakultas yang terdapat di Universitas Syiah Kuala. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner tentang RJP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 240 (60,9%) mahasiswa memliki pengetahuan kurang, sebanyak 74 mahasiswa (18,8%) memiliki pengetahuan cukup dan sebanyak 80 mahasiswa (20,3%) memiliki pengetahuan baik tentang RJP. Rekomendasi kepada pihak universitas untuk dapat melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa antara lain dengan mengadakan pelatihan dan pemberian informasi tentang penanganan pasien henti jantung.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN POST OPERASI TUMOR LARING DI INTENSIVE CARE UNIT (ICU): STUDI KASUS Fitri, Siska Yulia; Jufrizal, Jufrizal; Fikriyanti, Fikriyanti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasien post operasi tumor laring di intensive care unit atas indikasi resiko mengalami gagal napas dan membutuhkan pemantauan intensive yang merupakan prosedur perawatan post operasi. Pada saat dilakukannya pembedahan, selain dilakukan pengangkatan tumor pada area laring juga dilakukan pemasangan trakeostomy untuk membuka jalan napas. Studi kasus ini bertujuan untuk menjelaskan asuhan keperawatan pada pasien dengan post operasi tumor laring di ICU.Diagnosa keperawatan pada kasus ini adalah gangguan penyapihan ventilator, resiko aspirasi, bersihan jalan nafas tidak efektif dan gangguan komunikasi verbal. Intervensi yang telah dilakukan berupa pemantauan respirasi, penyapihan ventilasi mekanik, monitor pola nafas, monitor produksi sputum, melakukan suction, pengaturan posisi, metode komunikasi alternatif dan kolaborasi pemberian farmakologi. Hasil evaluasi didapatkan pasien dengan trakeostomy, telah dilakukan extubasi setelah 24 jam pasien, produksi sputum masih banyak sehingga dilakukan suction setiap 20 menit, RR: 21x/menit, SpO2 98%, dan terapi oksigen nasal kanul 3 L/menit. Rekomendasi bagi perawat untuk melakukan intervensi bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien dengan trakeostomy yaitu untuk mencegah infeksi, resiko aspirasi dan penurunan saturasi oksigen. Tindakan yang dapat dilakukan berupa suction, kolaborasi ventolin dan resfar untuk mengurangi produksi sputum dan perawatan trakeostomy.
Pengetahuan Masyarakat Dalam Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Banjir Amni, Rahmalia; Aklima, Aklima; Fikriyanti, Fikriyanti; Nurhidayah, Irfanita
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.26810

Abstract

Banjir merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia. Pengetahuan dalam menghadapi bencana, termasuk bencana banjir sangat dibutuhkan agar masyarakat mempunyai kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, sehingga dapat mengurangi risiko terjadinya bencana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur pengetahuan masyarakat dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir di Kecamatan Leupung Aceh Besar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif eksploratif dengan pendekatan cross-sectional study. Populasi penelitian berjumlah 336 kepala keluarga yang berdomisili di Kecamatan Leupung Aceh Besar. Jumlah sampel penelitian sebanyak 70 responden yang diambil dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Uji statistik menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan masyarakat dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir berada pada kategori cukup 37 responden atau 52,9%. Semakin tinggi pengetahuan masyarakat dalam mengantisipasi bencana maka semakin meningkat pula kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir. Maka, dibutuhkan upaya peningkatan pengetahuan masyarakat demi terjadinya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir.
ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN TOTAL ATRIOVENTRICULAR BLOK, HOSPITAL-ACQURED PNEUMONIA DI INTENSIVE CARDIAC CARE UNIT: STUDI KASUS Ulfa, Yunda; Halimuddin, Halimuddin; Fikriyanti, Fikriyanti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Total Atrioventricular Block (TAVB) adalah keadaan dimana terjadi kegagalan konduksi impuls listrik dari nodus sino-atrial ke ventrikel. Kelainan terjadi pada sistem koduksi jantung dimana depolarisasi atrium gagal untuk mencapai ventrikel. Ancaman pada TAVB salah satunya adalah terjadi komplikasi arrest (henti jantung). Pasien dengan diagnosa TAVB perlu ditempatkan di ruang intensive yang sudah dilengkapi fasilitas yang lengkap sehingga apabila terajadi arrest maka dapat dilakukan resusitasi secara cepat. Studi kasus ini bertujuan untuk menjelaskan asuhan keperawatan pada pasien yang mengalami TAVB. Diagnosa keperawatan yang muncul adalah penurunan curah jantung berhubungan dengan TAVB. Intervensi yang telah diberikan adalah regulasi hemodinamik dan perawatan jantung akut dan terapi oksigen. Berdasarkan hasil pemantauan 1x24 jam setelah terpasang TPM pasien masih lemas dan gambaran EKG on TPM didapat ritme TAVB dengan HR 59x/menit, iskemia adanya ST depresi II, III aVF. sehingga direncanakan pasien akan melakukan pemasangan PPM (permanent pacemaker). Diharapkan pasien dengan TAVB dapat meningkatkan pola hidup sehat sejak dini dan perawat dapat memanajemen aktivitas fisk sesuai dengan kapasitas jantung supaya tidak membebani kerja jantung.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA ACUTE RESPIRATORY FAILURE ET CAUSA UREMIC ENCEPHALOPATHY DI ICU: STUDI KASUS Fajrina, Nanda; Marlina, Marlina; Fikriyanti, Fikriyanti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan ureum dan kreatinin dapat menyebabkan metabolisme otak menurun mengakibatkan rendahnya konsumsi oksigen oleh otak sehingga pasien mengalami respiratory failure yang merupakan indikasi perlunya pemasangan ventilator mekanik di ruang ICU. Studi kasus ini bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan kegawatdaruratan pada pasien acute respiratory failure akibat uremic encephalopathy. Pengkajian pada Ny.C yaitu pemeriksaan laboratorium analisa gas darah pH 7,222, pCO2 42,0 mg/dL, HCO3 17,0 mmol/L, nilai kadar hemoglobin 6,6 gr/dL, hematokrit 19%, albumin 2,6 gr/dL, ureum 234 mg/dL, kreatinin 18,10 mg/dl dengan nilai laju GFR 3,52 ml/menit, pasien sudah dilakukan hemodialisa cyto sekali di IGD sebelum dipindahkan ke ICU, keluarga mengatakan pasien memiliki riwayat hipertensi dari tahun 2012. Sehingga masalah keperawatan yang muncul adalah risiko aspirasi, gangguan pertukaran gas, hipervolemia, dan gangguan penyapihan ventilator. Setelah dilakukan tindakan keperawatan hasil evaluasi hari ketiga didapatkan bahwa kondisi pasien tidak adanya perbaikan ditandai dengan kadar ureum 146 mg/dL, kreatinin 12,10 mg/dL, pH: 7,179, pCO2: 38,9 mmHg, HCO3: 14,5, pitting edema +3, produksi urin 0 ml/jam, dan pasien direncanakan hemodialisa. Hasil asuhan keperawatan ini diharapkan dapat menjadi pedoman kepada perawat untuk melakukan perawatan yang intensive serta lebih menekankan keperawatan secara cepat dan tepat.
Level of Knowledge of Boarding School Students in First Aid Management of Syncope Amni, Rahmalia; Fikriyanti, Fikriyanti; Aklima, Aklima
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Syncope is a condition that requires proper and fast first aid. Boarding school students stay twenty-four hours in a dormitory and students often experience syncope for various causes, so boarding school students need independent first aid skills for syncope. Objective: This study aimed to identify the level of knowledge of boarding school students in providing first aid for syncope cases. Method: This research uses quantitative research methods with a cross-sectional descriptive design. The sampling technique in this research was total sampling, with a sample size of 110 respondents. Data collection used a modified questionnaire, and the validity has been tested at r > 0.1857 and the Cronbach alpha value is 0.89. Data analysis was conducted descriptively using a computerized program. Results: Comprehensive research shows that 10.9% of boarding school students have high knowledge of first aid in cases of syncope, 71.8% have medium knowledge, and 17.3% have low knowledge. Conclusions: This research shows that the majority of boarding school students' knowledge level in first aid for syncope cases is still in the sufficient and poor categories.
Efikasi diri mahasiswa dalam melakukan pertolongan pertama pada cedera Muskuloskeletal di kota Banda Aceh Sasvia, Pasrah; Jufrizal, Jufrizal; Fikriyanti, Fikriyanti
Indonesian Journal of Health Science Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : PT WIM Solusi Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54957/ijhs.v5i2.1414

Abstract

Latar Belakang: Efikasi diri merupakan keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam melakukan suatu tindakan tertentu untuk mencapai hasil yang diharapkan. Dalam konteks pertolongan pertama pada cedera muskuloskeletal, efikasi diri mahasiswa menjadi faktor penting dalam menentukan kesiapan dan kepercayaan diri mereka dalam menangani situasi darurat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efikasi diri mahasiswa dalam melakukan pertolongan pertama pada cedera muskuloskeletal di Kota Banda Aceh. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif, melibatkan 238 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner dan dianalisis secara univariat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efikasi diri responden tinggi (68%) dan tingkat efikasi diri responden rendah (32%). Rekomendasi: Berdasarkan hasil penelitian, direkomendasikan agar responden dapat mempertahankan dan meningkatkan kepercayaan diri mereka dengan mengikuti pelatihan atau keterampilan yang diperlukan dalam situasi darurat pada cedera muskuloskeletal, diantaranya RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation), pembidaian dan pemberhentian perdarahan pada trauma terbuka.
EDUKASI DAN PELATIHAN RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP) PADA REMAJA DI SMAN 5 BANDA ACEH Nurhidayah, Irfanita; Fikriyanti, Fikriyanti; Aklima, Aklima; Kiftia, Mariatul; Amalia, Riski; Nurhasanah, Nurhasanah; Dewiyanti, Dewiyanti
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 5 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i5.2266

Abstract

Sudden cardiac arrest is one of the leading causes of death that can actually be prevented if early intervention is carried out quickly and appropriately. However, public awareness and skills—particularly among adolescents—in performing Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) remain very low. Therefore, widespread education and training on CPR are essential to increase the chances of survival for victims. This Community Service Program aims to improve adolescents’ ability to provide first aid in cases of cardiac arrest through CPR training and education. Through this program, it is expected that adolescents will gain the knowledge and basic skills necessary to save lives in emergency situations. The target audience of the program was students at SMAN 5 Banda Aceh. The implementation method included education on the signs of cardiac arrest, the importance of CPR, and basic CPR skills training for laypersons, especially teenagers. The activities were conducted interactively through material presentations, hands-on simulation practice, and participant comprehension evaluations to ensure the effectiveness of the training provided. The results of the program showed a significant improvement in understanding the concept of CPR and in basic life-saving skills. Participants were able to recognize the signs of cardiac arrest and perform the CPR steps correctly and in accordance with standards. Additionally, most participants reported feeling more confident in providing first aid in emergency situations after the training. This indicates that direct CPR education and training are highly effective in building community preparedness, especially among adolescents. This community service not only strengthens teenagers' readiness to handle emergency situations but also has the potential to create a sustainable network of first responders. Through this program, it is hoped that the survival rate from sudden cardiac arrest, particularly in school environments, can be increased.
Asuhan Keperawatan Post Craniotomy Evakuasi Intracerebral Hemorrhage (ICH) di Intensive Care Unit: Studi Kasus Dewi, Ayudia Aulia; Fikriyanti, Fikriyanti; Jufrizal, Jufrizal
Jurnal Gawat Darurat Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Gawat Darurat: Juni 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/jgd.v6i1.2143

Abstract

Pasien dengan post craniotomy di intensive care unit (ICU) atas indikasi adanya perdarahan intraserebral (intracerebral hemorrhage) dalam substansi otak dan membutuhkan pemantauan intensive untuk mengevakuasi perdarahan melalui pemasangan drain di kepala. Penulisan artikel ini bertujuan untuk menyampaikan asuhan keperawatan pada pasien Post Craniotomy Evakuasi Intracerebral Hemorrhage (ICH) et causa Stroke Hemoragik di Intensive Care Unit. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif pada Tn. M melalui pendekatan proses keperawatan dengan memaparkan fakta, membandingkannya dengan teori, dan disajikan dalam pembahasan. Analisis dilakukan melalui narasi hasil pengkajian, implementasi, dan evaluasi. Masalah keperawatan yang muncul pasien yaitu penurunan kapasitas adaptif intrakranial, gangguan penyapihan ventilator, risiko ketidakseimbangan cairan dan risiko aspirasi. Intervensi yang telah dilakukan berupa manajemen peningkatan intrakranial, penyapihan ventilasi mekanik, manajemen cairan dan pencegahan aspirasi. Hasil evaluasi didapatkan kesadaran somnolen, pasien mengalami penurunan kondisi di tandai dengan reintubasi, kapasitas adaptif intrakranial menurun, penyapihan ventilator menurun dan keseimbangan cairan menurun.