Penelitian ini mengkaji kisah para martir awal Kekristenan dan esensinya bagi penginjil modern. Para murid Yesus mula-mula dianiaya karena iman dan kesaksian mereka, dan kematian dianggap sebagai kesaksian kebenaran pemberitaan Injil. Selama tiga abad pertama Kekristenan, para pengikut Yesus hidup di bawah tekanan besar untuk meninggalkan iman mereka. Sepanjang sejarah, umat Kristiani berulang kali berjuang melawan tantangan iman dan menjadi pengorbanan dan pembunuhan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi perpustakaan untuk mengungkap dan memperoleh sumber-sumber sejarah gereja mula-mula tentang para martir, mendengarkan kesaksian hidup para murid Yesus tentang pemberitaan Injil pada masa awal Kekristenan. Meskipun menghadapi pertentangan, sia-sia, dan penangkapan terus-menerus, para pengikut Kristus menyebarkan Injil ke seluruh dunia dengan penuh semangat dan keberanian. Kisah mereka dalam Kisah Para Rasul dan sumber sejarah tradisi gereja menunjukkan bagaimana gereja mula-mula tetap teguh dalam iman meskipun menghadapi berbagai rintangan. Penelitian ini menunjukkan bahwa bukti para martir awal Kekristenan menjadi inspirasi bagi penginjil modern untuk berani memberitakan Injil dengan penuh iman dan keteguhan, meskipun menghadapi berbagai tantangan dan tantangan
Copyrights © 2024