Tulisan ini membahas tentang konsep spiritualitas Sunder Warumbe atau cinta tanpa syarat yang berangkat dari pemikiran Meister Eckhart dan Dorothee Soelle, yang diintegrasikan dengan film Miracle in Cell No. 7. Film ini mengisahkan sebuah hubungan kasih yang tulus antara Dodo Rozak, yang adalah seorang ayah dengan keterbelakangan mental, dan putrinya, Kartika. Penelitian ini mencoba menguraikan beberapa tema yakni: cinta tanpa syarat, solidaritas dalam komunitas, dan resistensi terhadap ketidakadilan. Ketulusan dan keikhlasan para tokoh merupakan sebuah refleksi dari konsep Sunder Warumbe, di mana cinta diwujudkan tanpa pamrih. Penulis juga menghubungkan penderitaan dan ketabahan Dodo dengan kisah Ayub di dalam Alkitab sebagai sudut pandang teologis. Selain itu, makalah ini juga dapat menjadi kritik terhadap doktrin keagamaan yang sering memusatkan cinta dan ibadah kepada Tuhan, tidak seharusnya didasarkan pada harapan akan sebuah keuntungan materi semata. Sunder Warumbe menekankan bahwa spiritualitas tidak hanya tentang hubungan pribadi dengan Tuhan, tetapi juga tentang tanggung jawab sosial dan keterlibatan aktif dalam memperjuangkan keadilan dengan semangat kasih.
Copyrights © 2024