Latar Belakang: Remaja dalam tumbuh kembangnya memiliki tugas perkembangan. Namun, sebagian remaja tidak berhasil memenuhinya sehingga memicu munculnya distress. Distres menyebakan emosi negatif dan apabila tidak dikendalikan menyebabkan remaja melakukan self-harm. Self-harm adalah kondisi kegagalan mekanisme koping individu dalam menghadapi stres. Self-harm dilakukan remaja sebagai upaya untuk mengurangi emosi negatif. Salah satu penyebab self-harm pada remaja yaitu konsep diri yang rendah dan tidak tercapainya kepuasan hidup.Metode: Desain penelitian yaitu quasi experiment pretest and posttest with control group. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling yaitu sebanyak 46 orang yang diklasifikasikan menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini Skala Konsep Diri (Fitts dan Berzonsky) Satisfaction with Life Scales (SWLS).Hasil: Hasil uji paired t test menunjukkan bahwa ada perbedaan yang bermakna konsep diri (p-value : 0,000) dan kepuasan hidup remaja (p-value : 0,000) yang melakukan self-harm setelah diberikan Psikoedukasi dan MBCTKesimpulan: Penerapan Psikoedukasi dan MBCT direkomendasikan untuk mengatasi self-harm terutama dalam meningkatkan self-concept dan life satisfaction pada remaja.
Copyrights © 2024