Piyagêm Pagadén-Pamanukan berisikan perintah menjalankan syariat agama Islam yang di keluarkan pada tahun 1808 oleh Adipati Sumedang pada masa itu, Suriyanagara II (1791-1828). Artikel ini meneliti motivasi dan sebab yang melatarbelakangi penerbitan piyagêm tersebut lewat penelusuran peristiwa sejarah dan keadaan politik yang kontekstual. Tujuan lainnya adalah untuk mengetahui bentuk pola penulisan prasasti yang dikeluarkan oleh golongan ménak, dengan meninjau hal-hal apa saja yang sekiranya masih dipertahankan dalam penulisan prasasti sejak zaman Mataram Islam dan hal apa saja yang sekiranya diadaptasi oleh Adipati Suriyanagara II. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif sejarah dan epigrafi. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa motivasi penerbitan Piyagêm Pagadén-Pamanukan adalah bentuk eksploitasi kapital politis Suriyanagara II sebagai Bupati Sumedang di masa itu. Di sisi lain, Suriyanagara II juga melestarikan tradisi penulisan Piyagêm Mataram dalam semangat memperkuat legitimasinya. Dengan mengeluarkan piyagêm berbahasa Jawa, Suriyanagara II mengidentikkan diri dengan kekuasaan Mataram di sebelah timur.
Copyrights © 2024