Latar Belakang: Resin komposit nanohybrid diketahui dapat mempertahankan sifat estetikanya dalam jangka waktu yang lama. Namun, stabilitas warna resin komposit nanohybrid dapat terganggu akibat penyerapan zat warna yang berasal dari makanan atau obat kumur yang digunakan dalam jangka waktu lama. Terdapat berbagai jenis obat kumur, yaitu obat kumur gold standard Chlorhexidine Gluconate (CHX), beralkohol, dan herbal daun sirih. Bahan dan Metode Penelitian : Sebanyak 30 sampel resin komposit nanohybrid berbentuk cakram (lingkaran) dengan ukuran diameter 10 mm dan tebal 2 mm dibagi secara acak menjadi 3 kelompok yang direndam selama 36 jam dalam obat kumur tidak beralkohol (CHX 0,2%), beralkohol, dan herbal daun sirih. Pengukuran nilai warna menggunakan VITA Easyshade V, Hasil Penelitian : Analisis statistik one-way ANOVA ketiga kelompok obat kumur menjukkan nilai lightness yang tidak signifikan p=0,350 (p0,05), tetapi chroma dan hue signifikan p=0,000 (p0,05), Pembahasan: Stabilitas warna resin komposit nanohybrid dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu sifat bahan resin komposit (TEGDMA) yang hidrofilik, durasi waktu perendaman, kandungan obat kumur, pH obat kumur, degradasi permukaan resin komposit, reaksi hidrolisis, dan adanya proses difusi serta penyerapan air yang tinggi ke dalam resin komposit, Kesimpulan : Terdapat perbedaan stabilitas warna resin komposit nanohybrid dengan urutan yang tertinggi yang direndam dalam obat kumur tidak beralkohol (CHX 0,2%), beralkohol, dan terakhir herbal daun sirih.
Copyrights © 2024