Abstract. This study aims to analyze public engagement on social media, specifically YouTube. This study also focuses on audience participation, sentiment distribution in comments, and key themes in public discourse related to videos discussing social reintegration. The study employs a mixed-methods approach, combining quantitative analysis using Pearson Correlation and Qualitative Analysis through sentiment analysis with RapidMiner and thematic analysis with Atlas.ti. The results indicate that although some channels attract high view counts, active engagement such as comments and likes is often disproportional, influenced by content quality and topic relevance. Most comments analyzed were neutral, primarily addressing procedural information, while negative sentiments frequently criticized social reintegration policies. These findings highlight the need for more creative and interactive content strategies by leveraging Discursive Opportunity Structure (DOS) to enhance public engagement. In conclusion, social media holds significant potential as a tool for educating and advocating social reintegration policies, but it requires a more responsive and relevant approach to maximize public participation and discussion.Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterlibatan publik pada media sosial, khususnya YouTube. Penelitian ini juga berfokus pada partisipasi penonton, distribusi sentimen dalam komentar, dan tema utama dalam diskursus terkait video yang membahas reintegrasi sosial. Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan pendekatan kuantitatif melalui analisis korelasi Pearson dan pendekatan kualitatif melalui analisis sentimen menggunakan RapidMiner serta analisis tematik menggunakan Atlas.ti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun beberapa kanal memperoleh jumlah tayangan yang tinggi, tingkat keterlibatan aktif seperti komentar dan suka tidak selalu sebanding, hal tersebut dipengaruhi oleh kualitas konten dan relevansi topik. Sebagian besar komentar yang dianalisis bersifat netral dan berfokus pada informasi prosedural, sedangkan sentimen negatif umumnya mengkritisi kebijakan reintegrasi sosial. Temuan ini menggarisbawahi perlunya strategi konten yang lebih kreatif dan interaktif dengan memanfaatkan Struktur Peluang Diskursif untuk meningkatkan keterlibatan publik. Kesimpulannya, media sosial memiliki potensi besar sebagai alat edukasi dan advokasi kebijakan reintegrasi sosial, namun diperlukan pendekatan yang lebih responsif dan relevan untuk memaksimalkan partisipasi dan diskusi publik.
Copyrights © 2024