Indonesia mengalami fenomena El NiƱo yang menyebabkan penurunan produksi beras akibat gagal panen di berbagai daerah. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah meluncurkan program bantuan pangan berupa distribusi beras 10 kg, yang bertujuan mengurangi krisis pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin. Namun, beberapa penerima yang sebelumnya memenuhi kriteria telah mengalami peningkatan ekonomi, sehingga masyarakat yang lebih membutuhkan tidak mendapatkan bantuan secara adil. Untuk memastikan distribusi yang tepat sasaran, metode Simple Multi Attribute Rating Technique (SMART) digunakan dengan empat kriteria: penghasilan perbulan, jumlah tanggungan, usia penerima, dan jenis pekerjaan. Dari 530 data Keluarga Penerima Manfaat, dihasilkan pemeringkatan prioritas utama, di antaranya Bapak Slamet, Bapak Sugiyono, dan Bapak Firmansyah. Metode ini membantu pemerintah desa menentukan penerima bantuan secara objektif dan adil, meskipun keputusan akhir tetap berada di tangan pemerintah desa yang berwenang.
Copyrights © 2025