Blowout Preventer (BOP) digunakan untuk mengatasi risiko semburan liar dengan menutup sumur sebelum terjadinya semburan. Penelitian ini akan menganalisis masalah yang terjadi pada BOP di Rig #55 dan Rig #99 di Lapangan “DERE” menggunakan metode performance maintenance. Data yang digunakan untuk menganalisis kinerja BOP di kedua Rig tersebut adalah data degradation test. Metode performance maintenance akan menghitung MTBF (Mean Time Between Failures), MTTR (Mean Time To Repair), serta availability. Selain itu, akan dilihat penyebab penurunan kinerja dan memberikan rekomendasi optimalisasi perawatan BOP dengan menggunakan diagram fishbone. Hasil analisis menunjukkan bahwa selama beroperasi pada periode tahun 2023 Rig #55, nilai MTBF adalah 11520 menit, MTTR adalah 2160 menit, availability 89%. Rig #99, nilai MTBF adalah 18.720 menit, MTTR adalah 1440 menit dan availability 92%. Sedangkan Rig #99 di tahun 2021 nilai MTBF adalah 40320 menit, MTTR adalah 1440 menit, availability 96%. Faktor kemunduran yang terjadi pada Rig #55 dan Rig #99 dipengaruhi oleh packing element, sehingga perlu dilakukan pengecekan dan penggantian sesuai dengan jam operasionalnya. Aspek lingkungan tempat kerja, kurangnya kebersihan area BOP, usia part yang sudah usia, prosedur pengantian part belum berjalan efektif dan faktor manusia kurang konsentrasi dan kurangnya kepedulian terhadap SOP menyebabkan penurunan kualitas pada BOP.
Copyrights © 2024