Perpustakaan memainkan peran penting dalam menyelesaikan kesenjangan pengetahuan dan informasi di masyarakat, namun citra perpustakaan yang berkembang di mata publik dominan pada citra negatif sehingga diperlukan pencitraan positif yang lebih baik lagi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemaknaan pembaca yang tergabung sebagai pengikut autobase Literary Base di sosial media Twitter terhadap citra perpustakaan dalam novel “The Midnight Library: Perpustakaan Tengah Malam”. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang didasarkan pada analisis resepsi Stuart Hall. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah melalui observasi, wawancara bersama dengan 7 orang informan dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa informan meresepsi citra perpustakaan sebagai tempat yang ajaib, artinya Perpustakaan Tengah Malam adalah tempat antara nyata dan tidak nyata, dreamy, tidak logis dan misterius. Citra lain yang terbentuk adalah Perpustakaan Tengah Malam memiliki visual yang indah mencakup sebagai tempat yang megah, besar, memiliki banyak koleksi buku dan desain yang klasik. Pesan yang disampaikan Matt Haig sebagai penulis novel adalah bahwa Perpustakaan Tengah Malam dapat mengubah nasib. Penelitian ini juga menghasilkan 3 posisi pemaknaan yaitu pemaknaan dominan, pemaknaan yang dinegosiasikan dan pemaknaan oposisi.
Copyrights © 2024