Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Tingkat Literasi Digital Terhadap Etika Penggunaan Media Sosial Instagram Pada Siswa-Siswi SMA Negeri 2 Pekanbaru Manuella, Sarah; Perdani SP, Nur’aini
Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi Vol 7, No 2 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/anuva.7.2.263-274

Abstract

Era digital mengakibatkan media sosial merupakan salah satu kebutuhan pokok digital yang digunakan sebagai sumber informasi. Adanya peningkatan kemampuan litersasi digital, maka akan meningkat pula penggunaan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat literasi digital terhadap etika penggunaan media sosial instagram pada siswa-siswi SMA Negeri 2 Pekanbaru. Teori yang digunakan untuk mengukur tingkat literasi digital adalah Jaringan Pegiat Literasi Digital (2018) yaitu mengakses, menyeleksi, memahami, menganalisis, memverifikasi, mengevaluasi, mendistribusikan, memproduksi, berpartisipasi, dan berkolaborasi, sedangkan untuk mengukur etika penggunaan media sosial instagram menggunakan teori Kusmastuti et. al (2021) yaitu netiket, konten negatif, interaksi, partisipasi, dan kolaborasi, serta interaksi dan transaksi elektronik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah siswa-siswi SMA Negeri 2 Pekanbaru dengan sampel sebanyak 258 responden yang diperoleh dengan menggunakan tabel Isaac dan Michael. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan kuesioner yang disebarkan melalui google form. Hasil dari penelitian menunjukkan tingkat literasi digital siswa-siswi SMA Negeri 2 Pekanbaru masuk dalam kategori tinggi dengan rata-rata 3,9 dan indikator mengakses merupakan peringkat teratas dengan nilai 4,42 dalam kategori sangat tinggi. Berdasarkan hasil analisis regresi linier sederhana dan koefisien determinasi tingkat literasi digital memberikan pengaruh sebesar 47% dan tingkat literasi digital dengan etika penggunaan media sosial instagram memiliki hubungan positi pada siswa-siswi SMA Negeri 2 Pekanbaru
Studi resepsi pengikut autobase twitter @literarybase pada citra perpustakaan dalam novel “the midnight library: perpustakaan tengah malam” Dewanti, Fadilla; Perdani SP, Nur’aini
Pustaka Karya : Jurnal Ilmiah Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol. 12 No. 2: Desember 2024
Publisher : S1 Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam FTK UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/pk.v12i2.12496

Abstract

Perpustakaan memainkan peran penting dalam menyelesaikan kesenjangan pengetahuan dan informasi di masyarakat, namun citra perpustakaan yang berkembang di mata publik dominan pada citra negatif sehingga diperlukan pencitraan positif yang lebih baik lagi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemaknaan pembaca yang tergabung sebagai pengikut autobase Literary Base di sosial media Twitter terhadap citra perpustakaan dalam novel “The Midnight Library: Perpustakaan Tengah Malam”. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang didasarkan pada analisis resepsi Stuart Hall. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah melalui observasi, wawancara bersama dengan 7 orang informan dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa informan meresepsi citra perpustakaan sebagai tempat yang ajaib, artinya Perpustakaan Tengah Malam adalah tempat antara nyata dan tidak nyata, dreamy, tidak logis dan misterius. Citra lain yang terbentuk adalah Perpustakaan Tengah Malam memiliki visual yang indah mencakup sebagai tempat yang megah, besar, memiliki banyak koleksi buku dan desain yang klasik. Pesan yang disampaikan Matt Haig sebagai penulis novel adalah bahwa Perpustakaan Tengah Malam dapat mengubah nasib. Penelitian ini juga menghasilkan 3 posisi pemaknaan yaitu pemaknaan dominan, pemaknaan yang dinegosiasikan dan pemaknaan oposisi.
Persepsi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Universitas Diponegoro Angkatan 2019 terhadap Kompetensi Profesi Pustakawan di Era Digital Saifuddin, Sayyid; Perdani SP, Nur’aini
Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan Vol 17, No 2: 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sabda.17.2.42-53

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai persepsi mahasiswa Ilmu Perpustakaan Universitas Diponegoro angkatan 2019 terhadap kompetensi profesi pustakawan di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa Ilmu Perpustakaan Universitas Diponegoro angkatan 2019 terhadap kompetensi profesi pustakawan di era digital. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini diperoleh menggunakan teknik nonprobability sampling menggunakan teknik purposive sampling. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa Ilmu Perpustakaan Universitas Diponegoro angkatan 2019 memiliki persepsi bahwa profesi pustakawan perlu meningkatkan kompetensi mereka sehingga kebutuhan pemustaka dapat lebih terpenuhi dengan baik. Peningkatan kompetensi juga bertujuan agar pustakawan dapat beradaptasi dengan baik di era digital.
PELAKSANAAN RECORDS MANAGEMENT DI KANTOR UPT DIKBUDPORA BUTUH, PURWOREJO Perdani SP, Nur’aini
Nusantara Journal of Information and Library Studies (N-JILS) Vol. 1 No. 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Universitas Islam Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/n-jils.v1i1.248

Abstract

Arsip memiliki peran penting dalam suatu institusi sebagai sumber informasi mapupun pusat ingatan suatu institusi. Arsip bagi satuan kerja pemerintah daerah (SKPD) berisi informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan, sebagai alat bukti bila terjadi suatu kasus hukum, sebagai alat pertanggungjawaban, manajemen, hingga sebagai alat transparansi SKPD. Kantor UPT Dikbudpora Butuh sebagai salah satu SKPD di wilayah Kabupaten Purworejo juga melaksanakan tata kelola arsip. Saat ini tata kelola arsip lebih dikenal dengan records management. Manajemen rekod meliputi daur hidup arsip, di Indonesia daur hidup arsip terdiri dari penciptaan, pengelolaan & distribusi, penggunaan, pemeliharaan, penyusutan Mayoritas arsip yang dimiliki Kantor UPT Dikbudpora Butuh adalah arsip konvensional sehingga pengelolaan arsipnya juga masih konvensional. Meskipun pelaksanaan records management di Kantor UPT Dikbudpora Butuh masih menggunakan cara konvensional diharapkan kedepannya dapat mengimplementasikan pengelolaan arisp secara eletkronik. Seiring perkembangan teknologi informasi, maka sewajarnya setiap instansi beralih megimplementasikan pengelolaan arsip secara elektronik demi pengelolaan arsip yang lebih baik di masa mendatang. ABSTRACTArchives have an important role in an institution as a source of information or a center of memory of an institution. Archives for local government work units (SKPD) containing information that is useful in decision making, as evidence when a legal case occurs, as a tool of accountability, management, as a means of transparency of SKPD. The UPT Dikbudpora Butuh office as one of the SKPD in Purworejo Regency also implements archive governance. At present archive management is better known as records management. Record management covers the archive life cycle, in Indonesia the archive life cycle consists of creation, management & distribution, use, maintenance, depreciation The majority of archives owned by the Office of the UPT Dikbudpora Butuh are conventional archives so that archival management is still conventional. Although the implementation of records management in the Office of the UPT Dikbudpora Butuh to still use conventional methods, it is expected that in the future it can implement electronic arisp management. Along with the development of information technology, it is only natural that each agency switch to implement electronic records management for better archive management in the future.