Minim dan hampir matinya eksistensi falsafah nggusu waru dalam etnis Mbojo adalah kecenderungan sastra menggunakan bahasa yang tidak sederhana. Hal ini membuat pembaca awam kesulitan untuk memahami makna dan muatan yang ada di dalam karya sastra. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan manifestasi falsafah nggusu waru yang dimiliki oleh etnis Mbojo dalam novel Nggusu Waru yang Tersisa karya N Marewo melalui paparan teks eksplanasi. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kualitatif dengan analisis naratif. Data dikumpulkan dengan mengidentifikasi teks-teks eksplanasi nggusu waru dalam novel. Analisis dilakukan dengan mendeskripsikan narasi-narasi eksplanasi nggusu waru yang tertuang dalam novel dengan memanfaatkan teori interpretasi Paul Ricoeur. Adapun hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya teks-teks ekplanasi yang menggambarkan manifestasi budaya dan kearifan lokal dari falsafah Nggusu Waru. Kebudayaan dan kearifan lokal yang tergambar dalam sejumlah teks-teks terukur dari novel tersebut berupa pengobatan tradisional, refleksi kehidupan yang dilontarkan Fadil kepada Burhan yang melakukan penebangan pohon secara liar, pemanfaatan sumber daya alam yang dilakukan Fadil secara tidak berlebihan, dan pemenuhan kebutuhan hidup yang diberikan alam kepada manusia yang ditunjukkan Fadil dalam novel tersebut. Secara umum, narasi-narasi eksplanasi tersebut menggambarkan tindakan-tindakan tokoh Fadil yang berupaya melakukan revitalisasi ekologis terhadap ekosistem laut dan pesisir. Simpulan penelitian mengemukakan bahwa ajaran nggusu waru dapat diperoleh melalui gambaran-gambaran konkret yang tertuang dalam karya sastra.Kata Kunci: Nggusu Waru; Eksplanasi; Interpretasi.
Copyrights © 2024