Kota Cilegon merupakan kota dengan permasalahan sosial yang kompleks termasuk meningkatnya jumlah gelandangan dan pengemis. Dinas Sosial Kota Cilegon sebagai instansi pemerintah memiliki tangggung jawab untuk menangani masalah ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas organisasi yang melayani gelandangan dan pengemis di Kota Cilegon. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan alat analisis yaitu teori Lubis dan Martani yang terdiri dari tiga pendekatan: 1) pendekatan sumber; 2) pendekatan pada proses; dan 3) pendekatan terhadap tujuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas organisasi yang melayani gelandangan dan pengemis, dimana hal ini Dinas Sosial Kota Cilegon belum efektif dibuktikan dengan meningkatnya jumlah gelandangan dan pengemis, ketersediaan fasilitas yang belum optimal serta belum adanya kolaborasi secara optimal dengan para stakeholders. Namun, Dinas Sosial Kota Cilegon masih terus berupaya dalam melaksanakan pembinaan gelandangan dan pengemis dengan fasilitas yang terbatas sesuai dengan peraturan yang ada.
Copyrights © 2024