Masyarakat Desa Salen bergantung pada pertanian dengan untuk meringankan beban para petani, pemerintah telah meluncurkan program pupuk bersubsidi, khususnya jenis urea. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab kelangkaan pupuk bersubsidi jenis urea pada petani sawah dan mengetahui sejauh mana kelangkaan pupuk bersubsidi terhadap pendapatan petani padi sawah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan kuisioner yang disebar kepada 70 responden, terdiri dari 52 pengguna pupuk bersubsidi dan 18 pengguna non-bersubsidi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelangkaan pupuk bersubsidi jenis urea berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani padi pengguna pupuk bersubsidi, dengan nilai t hitung 2.701 lebih besar dari t tabel 2.006, sehingga H0 ditolak. Namun, jenis pupuk bersubsidi tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani padi pengguna non- bersubsidi, dengan nilai t hitung 1.360 lebih kecil dari t tabel 2.100, sehingga H0 diterima. Kelangkaan pupuk bersubsidi di Desa Salen disebabkan perbedaan antara usulan lebih tinggi dari realisasi, pola distribusi pupuk kurang efektif, dan ketepatan waktu distribusi yang sudah sesuai musim tanam. Ketersediaan jumlah pupuk sesuai luas lahan. Pendapatan usahatani padi pengguna pupuk bersubsidi sebesar Rp 27.133.054, sedangkan pengguna non subsidi sebesar Rp 26.271.702. Bantuan pupuk bersubsidi mengurangi biaya produksi dan meningkatkan keuntungan hasil pertanian.
Copyrights © 2024