Pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) berperan penting dalam mendukung kinerja organisasi, terutama dalam pelayanan publik. Salah satu upaya untuk meningkatkan motivasi dan kinerja pegawai adalah melalui pemberian penghargaan sebagai pegawai terbaik. Proses pemilihan pegawai terbaik yang di lakukan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kabupaten Bantul cenderung masih dilakukan secara subjektivitas karena data tidak terukur dan terstruktur. Selain itu, proses pengolahan data membutuhkan waktu yang cukup lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Sistem Pendukung Keputusan Kelompok (SPKK) berbasis metode hybrid yang mengombinasikan Analytical Hierarchy Process (AHP), Oreste, dan Borda. Metode AHP dapat dipakai untuk menghitung bobot prioritas kriteria penilaian, Oreste untuk menentukan perangkingan tiap penilai dan penentuan pegawai terpilih dan Borda untuk menentukan penggabungan nilai dari tim penilai. Setiap Tim Penilai akan memberikan penilaian sesuai kriteria yang telah ditetapkan yaitu : integritas, disiplin, komitmen, kerapian dan keramahan.Implementasi dalam bentuk perangkat lunak mempermudah pengambil keputusan dalam memilih pegawai terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat lunak SPKK yang dikembangkan mampu meningkatkan efisiensi, akurasi, dan objektivitas dalam proses seleksi pegawai terbaik. Kriteria integritas menjadi faktor penilaian dengan bobot tertinggi, diikuti oleh disiplin, komitmen, kerapian, dan keramahan. Kombinasi metode hybrid AHP, Oreste, dan Borda terbukti efektif dalam menghasilkan keputusan yang optimal, sesuai dengan kebutuhan DPMPT Kabupaten Bantul.
Copyrights © 2024