Jurnal Agroindustri
Vol. 14 No. 2 (2024): November 2024

KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA BAKSO IKAN SEBELAH (Psettodes erumei) KOMBINASI DAUN KELOR (Moringa oleiferaLam)

Steven Witman (Pusat Riset Teknologi Tepat Guna, BRIN, Indonesia)
Devry Pramesti Putri (Pusat Riset Teknologi Tepat Guna, BRIN, Indonesia)
Nikodemus Gultom (Pusat Riset Teknologi Tepat Guna, BRIN, Indonesia)
Arsad Tirta Subangkit (Pusat Riset Perikanan, BRIN,Indonesia)
Dita Kristanti (Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan, BRIN, Indonesia)
Woro Setiaboma (Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan, BRIN, Indonesia)
Ainia Herminiati (Pusat Riset Teknologi Tepat Guna, BRIN, Indonesia)
Elsi Dwi Hapsari (Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan,Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia)



Article Info

Publish Date
28 Nov 2024

Abstract

Psettodes erumeiyang dikenal di Indonesia sebagai ikan sebelah memiliki sumber protein yang tinggi, namun seratnya terbatas. Moringa oleiferaLam adalah tanaman yang kaya serat pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi potensi ikan sebelah dalam bakso dengan perlakuan dan tanpa perlakuan tambahan Moringa oleiferaLam serta korelasi fisikokimia dengan perlakuan bakso ikan. Perlakuan yang dilakukan yaitu bakso ikan tanpa tambahan daun kelor dan tambahan daun kelor kukus 10%. Hubungan korelasi antara parameter-parameter fisikokimia antar perlakuan bakso ikan dianalisa dengan menggunakan principal component analysis(PCA) dan hierarchical clustering analysis(HCA). Hasil penelitian menunjukkan ikan sebelah segar berbobot 737,32±257,39 g dan memiliki kadar air 78,69±0,13% bb, protein 83,95±7,49% bk, serta lemak 2,49±0,13% bk. Kadar air bakso ikan (79,32±0,24%) lebih tinggi dibandingkan bakso ikan daun kelor 10% (78,72±0,24%), meskipun kadar protein keduanya tidak berbeda nyata (tanpa daun kelor 54,96±0,74% dan daun kelor 55,28±1,62%). Lightnessbakso ikan daun kelor 10% (43,42±0,30) paling rendah dan cenderung kehijauan. Gumminessdan chewinessdari ikan sebelah turun setelah dibuat menjadi bakso ikan, dan bakso ikan daun kelor 10% memiliki nilai paling rendah (gumminess1672,31 ± 21,72 dan chewiness1427,67 ± 58,77). Panelis lebih menyukai bakso ikan tanpa tambahan daun kelor. PCA menunjukkan bahwa kadar air, abu, yellowness, dan kekenyalan berkorelasi positif dari dua perlakuan bakso, namun berkorelasi negatif dengan kadar protein. HCA mempresentasikan adanya korelasi positif antara perlakuan bakso pada tekstur, protein, dan lemak.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

agroindustri

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Electrical & Electronics Engineering Energy Industrial & Manufacturing Engineering

Description

Jurnal Agroindustri is a journal (scientific publication) made available by the Department of Agricultural Technology, Faculty of Agricultural, University of Bengkulu. It is jointly published with the Publication Board of Agriculture Faculty (BPFP) and Indonesian Association of Agro-industrial ...