Usia lanjut bukanlah halangan untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas hidup, termasuk melalui pendidikan. implementasi pendidikan agama Islam bagi lansia memerlukan model pembelajaran yang spesifik dan adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji model pembelajaran PAI bagi Manula. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan studi pustaka. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menelaah konsep-konsep, teori, dan temuan-temuan yang berkaitan dengan pembelajaran agama Islam untuk kelompok usia lanjut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik manula mencakup perubahan fisik, kognitif, psikologis, dan sosial yang terjadi seiring bertambahnya usia. Lansia sering mengalami penurunan dalam memori, kemampuan berpikir kritis, dan konsentrasi, yang dapat mengganggu kemampuan mereka dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Selain itu, kebutuhan psikologis dan spiritual lansia, seperti dukungan sosial, keterlibatan dalam aktivitas, serta pencarian makna hidup, sangat penting untuk kesejahteraan mereka. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) bagi lansia dirancang dengan pendekatan yang fleksibel dan holistik, dengan fokus pada metode yang mengaktifkan keterlibatan mereka, seperti ceramah interaktif dan pembelajaran berbasis praktik, untuk mendukung pemahaman dan penerapan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, pembelajaran ini juga memberikan kesempatan bagi lansia untuk terus mengembangkan diri, meningkatkan kualitas hidup, dan menjaga keterhubungan dengan nilai-nilai agama. Pendekatan ini membantu mereka untuk merasa dihargai dan tetap terlibat dalam komunitas. Dengan pengajaran yang sesuai, mereka dapat merasa lebih tenang, sehat secara emosional, dan memiliki tujuan hidup yang lebih jelas. Oleh karena itu, Pendidikan Agama Islam bagi lansia bukan hanya sekadar transfer pengetahuan, tetapi juga sarana untuk memperkuat ketahanan mental dan spiritual mereka di usia lanjut.
Copyrights © 2024