Shin splint adalah nyeri di sepanjang posteromedial tibia, hal ini dianggap sebagai indikasi sindrom stres tibialis medial atau stres tibialis medial fraktur yang terjadi karena peradangan jaringan di area tersebut. Peradangan pada periosteum dapat terjadi sebagai akibat traksi yang berlebihan pada tibialis posterior atau soleus. Tujuan: Untuk mengetahui efek pemberian kombinasi modalitas fisioterapi dalam penanganan pasien dengan kasus shin splint. Studi kasus: Pasien berjenis kelamin laki-laki berusia 20 tahun seorang mahasiswa. Pasien mengeluhkan nyeri pada bagian dalam kaki dari 2 minggu lalu yang disadari setelah bermain volley. Lari lebih dari 5 menit memperparah sakitnya. Istirahat dan es dilaporkan dapat membantu meredakan nyeri. Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan fisioterapis, pemeriksaan Fulcrum test dan Hop test negatif. Tidak ditemukannya tanda retak pada tulang betis. Program intervensi yang diberikan pada pasien adalah Ultrasound therapy, ROM exercise dan Low extremity strengthening.
Copyrights © 2025