Seiring dengan pertumbuhan populasi global, kebutuhan akan pasokan pangan yang stabil menjadi semakinkritis, namun paradoksnya terjadi saat jutaan orang masih mengalami kelaparan meskipun ada banyakmakanan yang terbuang. Indonesia, dengan populasi lebih dari 200 juta jiwa, menghasilkan food waste dalamjumlah besar yang terus meningkat setiap tahunnya. Ketidakseimbangan antara ketersediaan dan konsumsipangan, distribusi yang tidak efisien, dan perilaku konsumen yang kurang baik dalam menyimpan danmengelola makanan, menjadi penyebab utama food waste. Dampak dari food waste ini mencakup kerusakanlingkungan, emisi gas rumah kaca yang tinggi, kerugian ekonomi, serta masalah sosial yang serius sepertikelaparan dan kerawanan pangan. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah Indonesia memerlukan strategipencegahan food waste yang komprehensif, dengan fokus pada penurunan jumlah makanan yang terbuangsambil memperhatikan faktor lingkungan, ekonomi, dan sosial. Kerangka DPSIR (Driving Forces, Pressures,States, Impacts, Responses) digunakan untuk memahami penyebab dan dampak food waste. Rekomendasitermasuk menyusun kebijakan yang menyeluruh, yang mengatur peran semua pihak dalam mengurangi foodwaste, terutama di sektor retail, layanan makanan, dan rumah tangga, melalui peta jalan yang jelas, kampanyeperubahan perilaku, redistribusi pangan, dan inovasi dalam pengolahan limbah makanan. Kolaborasi antarsektor esensial untuk mencapai target pengurangan food waste yang efektif.
Copyrights © 2024