Latar belakang: Diare didefinisikan sebagai tidak normalnya buang air besa rata meningkatnya frekuensi dan jumlah tinja dengan konsistensi yang lebih cair dari biasanya. Air Susu Ibu (ASI) adalah pemberian ASI sedini mungkin setelah persalinan, diberikan tanpa jadwal dan tidak diberikan makanan lain walaupun hanya air putih sampai bayi berumur 6 bulan. Dampak yang terjadi apabila bayi mengalami diare yaitu mereka akan lebih beresiko terkena dehidrasi dan komplikasi lainnya jika tidak langsung ditangani. Tujuan penelitian: Diketahuinya hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare pada bayi usia 0-6 bulan di Puskesmas Mirit, Kebumen, Jawa Tengah. Metode: Desain penelitian menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 95 bayi berusia 0-6 bulan. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian ini mengadopsi dari penelitian sebelumnya, serta untuk analisis data menggunakan uji korelasi Non Parametrik Chi Square. Hasil: Uji statistic korelasi Non Parametrik Chi Square memperoleh nilai p value (sig) 0,018 ≤ 0,05 dengan nilai Correlation Coefficient atau keeratan hubungan sebesar 0,237. Ada hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare pada bayi usia 0-6 bulan. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare. Semakin meningkatnya pemberian ASI eksklusif maka kejadian diare akan menurun.
Copyrights © 2023