Memasuki abad ke-21 penelitian Alkitab sebagai teks poskolonial menjadi langkah yang perlu digumulkan oleh gereja. Hal ini dikarenakan adanya paradigma kolonial yang masih mengakar di dalam kehidupan masyarakat, khususnya di Indonesia. Meskipun secara politik Indonesia telah bebas dari kolonialisasi, tetapi secara sosial masyarakat Indonesia masih terkooptasi oleh prinsip-prinsip kolonialisme. Salah satunya adalah marginalsiasi rasial. Melalui artikel ini, penulis berharap dapat menghadirkan nilai poskolonial dari Lukas 10:25-37 guna melepaskan kekangan kolonialisme yang berejawantah dalam bentuk marginaliasi rasial tersebut. Penulis akan melakukan kajian terhadap Lukas 10:25-37 dengan metode berpikir Edward Said tentang oposisi biner. Oposisi biner adalah teori sosial yang diciptakan oleh penjajah terhadap jajahan dalam praktek kolonisasi. Berangkat dari kajian tersebut, penulis akan berfokus pada penemuan nilai-nilai poskolonial dari tokoh dan alur cerita Lukas 10:25. Setelah menemukan nilai-nilai poskolonial dari teks, penulis akan mengimplementasikan nilai tersebut dalam konteks pelayanan gereja di tengah marginalisasi rasial di Indonesia.
Copyrights © 2024