Pemanfaatan jagung hanya banyak pada pengolahan dagingnya saja, sementara tongkol jagung belum begitu dimanfaatkan dengan baik, sehingga tongkol jagung yang memiliki kandungan sellulosa yang cukup tinggi ini dibuang begitu saja yang berpotensi menjadi limbah organik. Kandungan sellulosa pada tongkol jagung yang cukup tinggi ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuat bioetanol. Proses pembuatan bioetanol dari tongkol jagung melewati beberapa tahap proses, tahapan proses hidrolisis menggunakan asam sulfat, lalu tahapan proses fermentasi menggunakan Saccromyces cerevisiae, kemudian tahapan untuk mendapatkan bioetanol murni melalui tahapan proses destilasi. Pada penelitian ini didapatka hasil bioetanol dengan lama fermentasi 3 hari sebanyak 2,03%, 5 hari fermentasi kadar bioetanol yang dihasilkan 5,16% sama dengan fermentasi selama 7 hari bioetanol yang dihasilkan sebanyak 5,16%.Kata kunci; tongkol jagung, bioetanol, fermentasi
Copyrights © 2025