Penelitian ini menyelidiki peran konselor sekolah dalam menggunakan teknik Empty chair dalam konteks konseling individu di lingkungan sekolah. Berdasarkan teori-teori psikologi seperti teori Gestalt dan analisis transaksional Berne, penelitian ini menggunakan pendekatan analisis deskriptif kualitatif, yang mencakup analisis literatur dan wawancara mendalam dengan konselor sekolah, untuk meneliti bagaimana teknik Empty chair dapat membantu siswa dalam mengatasi masalah mereka. Temuan analisis literatur mengungkapkan bahwa teknik Empty chair memberi siswa kesempatan untuk mengeksplorasi perasaan, pikiran, dan perilaku mereka lebih dalam, sejalan dengan penekanan teori Gestalt pada kesadaran diri. Selain itu, analisis transaksional Berne memperkuat penerapan teknik tersebut dengan mengakui bahwa individu memiliki berbagai status ego yang memengaruhi perilaku mereka. Wawancara mendalam dengan konselor sekolah menunjukkan bahwa teknik Kursi Kosong telah memberikan manfaat yang signifikan bagi siswa, termasuk peningkatan pemahaman diri dan keterampilan interpersonal. Namun, tantangan dalam penerapan teknik ini juga diakui, termasuk keterbatasan waktu dan sumber daya, serta penolakan siswa terhadap konseling. Sebagai kesimpulan, penelitian ini menggarisbawahi peran penting konselor sekolah dalam memanfaatkan teknik Kursi Kosong untuk secara efektif mendukung siswa dalam mengatasi tantangan mereka di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2024