Era digital telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan manusia, termasuk dalam hal interaksi, cara bekerja, dan belajar. Penetrasi internet di Indonesia yang mencapai 73,5% dari populasi dan tingginya pengguna media sosial menunjukkan betapa mendalamnya pengaruh teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari. Namun, kemajuan ini juga menghadirkan tantangan terhadap fitrah manusia, terutama dalam hal identitas dan moralitas. Sebagai agama yang holistik, Islam menawarkan konsep fitrah, yaitu potensi bawaan manusia untuk mengenal dan menyembah Allah SWT. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara konsep fitrah dalam Islam dan dunia modern, serta tantangan dan peluang yang ditawarkan oleh era digital terhadap aktualisasi fitrah manusia. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, studi ini menganalisis literatur terkait untuk memahami bagaimana Islam memandang fitrah manusia dan bagaimana umat Muslim dapat mempertahankan esensi kemanusiaan di tengah arus digitalisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun era digital menghadirkan tantangan seperti krisis identitas, ketergantungan pada teknologi, dan perubahan nilai sosial, teknologi juga membuka peluang bagi pengembangan spiritual dan kolaborasi global yang positif. Islam menawarkan solusi dengan menjaga keseimbangan antara dunia digital dan spiritualitas melalui pemanfaatan teknologi yang bijaksana dan etika digital yang sesuai dengan ajaran agama.
Copyrights © 2024