This study aims to describe the college student adjustment in the context of hybrid learning in higher education. Hybrid learning combines face-to-face and online learning, adaptation challenges for students, particularly after the COVID-19 pandemic. The study employs a qualitative descriptive method with purposive sampling, involving 125 students from various cohorts at a university in West Jakarta. Data analysis was conducted using MAXQDA 2020 software to explore four aspects of adjustment: academic adjustment, social adjustment, personal-emotional adjustment, and goal commitment-institutional attachment. The findings reveal that hybrid learning positively impacts students' learning motivation and social interactions but also presents challenges such as boredom, stress, and time management difficulties. This research provides valuable insights into factors influencing student adjustment in a hybrid learning system. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran college student adjustment (penyesuaian diri mahasiswa) dalam proses pembelajaran hybrid learning di perguruan tinggi. Hybrid learning menggabungkan pembelajaran tatap muka dan daring, memberikan tantangan adaptasi bagi mahasiswa, terutama setelah pandemi coronavirus disease (covid-19). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan purposive sampling, melibatkan 125 mahasiswa dari berbagai angkatan di salah satu Universitas di Jakarta Barat. Analisis data dilakukan menggunakan software MAXQDA 2020 dan mengidentifikasi empat aspek penyesuaian diri sebagai temuan penelitian yaitu: penyesuaian akademik, penyesuaian sosial, penyesuaian personal emosional, dan kelekatan terhadap universitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hybrid learning memiliki dampak positif terhadap motivasi belajar dan interaksi sosial mahasiswa, namun juga memunculkan tantangan berupa kebosanan, stres, dan kesulitan dalam mengatur waktu dalam penerapan sistem hybrid learning.
Copyrights © 2024