Meningkatnya penggunaan internet dikalangan mahasiswa menyebabkan ketersediaan media sosial semakin meningkat. Penggunaan media sosial di Indonesia mencapai 49,52% pada kelompok usia 15-25 tahun, mahasiswa merupakan demografi terbesar pada kelompok usia tersebut. Seiring perkembangan teknologi, pengguna internet dapat dengan mudah menemukan informasi yang mereka butuhkan di media sosial. Penggunaan media sosial secara berlebihan oleh mahasiswa dapat menimbulkan dampak negatif, diantaranya adalah cyberbullying yang berdampak pada masalah kesehatan mental yaitu kecemasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara cyberbullying dengan tingkat kecemasan mahasiswa baru. Jenis penelitian yang digunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian dilakukan di STIKes Alifah Padang pada bulan September 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa baru Prodi Keperawatan STIKes Alifah, berjumlah 243 Orang dengan jumlah sampel 112 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu Simple Random Sampling yaitu pengambilan sampel secara acak. Instrumen yang digunakan cyberbullying dengan RCBI (Revised Cyber Bullying Inventory) Kecemasan dengan HARS (Hamilton Ansietas Rating Scale). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari kurang dari separuh mahasiswa mengalami cemas sebanyak (47,3 %), kurang dari separuh mengalami kecemasan sebanyak (83,0 %). Ada hubungan yang signifikan antara cyberbullying siswa baru dan kecemasan, dengan p-value 0,003. Diharapkan kepada bagian kemahasiswaan STIKes Alifah Padang untuk dapat memberikan materi pembelajaran dalam mengatasi masalah psikososial (kecemasan) pada saat pengenalan kehidapan kampus bagi mahasiswa baru (PKKMB).
Copyrights © 2024